KODE ETIK MITRA

Kode Etik Mitra Pengemudi

(“Kode Etik”)

Grab Indonesia, sangat mengutamakan kepentingan keamanan, kenyamanan, serta akan bertindak tegas atas segala tindakan kekerasan seksual, dalam penggunaan Layanan (sebagaimana didefinisikan di dalam Perjanjian pada tautan https://www.grab.com/id/terms/driver/) oleh Mitra Pengemudi (“Mitra”).

Anda memahami bahwa dengan telah mendaftar sebagai Mitra dan terikat pada Perjanjian serta menggunakan Layanan dari Grab Indonesia, Anda memahami bahwa Anda juga wajib mematuhi dan telah terikat pada Kode Etik ini, dan amendemen serta tambahan apa pun di masa mendatang sebagaimana dimuat dari waktu ke waktu pada tautan https://www.grab.com/id/kodeetik/ atau melalui Aplikasi (sebagaimana didefinisikan di dalam Perjanjian).

Anda dengan ini juga menyatakan bahwa Anda telah membaca, memahami, menerima dan menyetujui ketentuan dalam Kode Etik Mitra ini. Oleh karena itu Anda wajib tunduk pada ketentuan yang diatur dalam Kode Etik Mitra di bawah ini.

  1. KETENTUAN PELANGGARAN

Untuk mendukung praktik bisnis yang ber-etika dan mengedepankan Good Corporate Governance, Anda wajib bertindak dan berperilaku dengan baik dalam memberikan layanan kepada pelanggan dan jujur dalam menggunakan Layanan, serta dilarang melakukan tindakan-tindakan yang diatur di bawah ini. Segala pelanggaran tindakan-tindakan tersebut akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku di bawah ini:

1.1. KODE ETIK UMUM MITRA GRAB

No.

PELANGGARAN

SANKSI

1

Bertikai/melakukan tindakan di luar norma kesopanan/berperilaku kasar baik verbal ataupun non-verbal, fisik ataupun non-fisik, tidak terkecuali tindakan mengancam/mengintimidasi/menakut-nakuti/melecehkan secara SARA/fisik/seksual, dengan cara dan media apapun kepada pihak manapun, baik dengan penumpang/karyawan Grab/sesama mitra Grab/restoran yang terdaftar dalam platform GrabFood/pelanggan/pengguna jalan lainnya

Pemutusan hubungan kemitraan

2

Melakukan pelecehan seksual dan non seksual kepada penumpang baik secara langsung, telepon, sms atau cara apapun

Pemutusan hubungan kemitraan

3

Tidak menginformasikan 10 hari sebelumnya kepada pihak Grab bahwa SIM/KTP/STNK akan segera berakhir masa berlakunya atau saat dokumen tersebut hilang

Pembekuan akun hingga data diperbarui

(Mitra harus datang ke kantor Grab)

4

Mempromosikan aplikasi kompetitor

Pemutusan hubungan kemitraan

5

Menggunakan aplikasi Grab yang berasal dari sumber yang tidak resmi atau aplikasi lain yang bisa mengganggu/merugikan/mencurangi pihak manapun tidak terkecuali pihak Grab

Pemutusan hubungan kemitraan

6

Menggunakan perangkat yang diubah tingkat keamanan dasarnya (contoh: Android Root / iOS Jailbreak)

Pemutusan hubungan kemitraan

7

Menghubungi pelanggan/penumpang/restoran yang terdaftar dalam platform GrabFood untuk alasan yang tidak berhubungan dengan layanan aplikasi Grab melalui media apapun seperti melalui sms, telepon, surat, email, aplikasi pengirim pesan, media sosial atau lainnya, baik berupa teks, suara, gambar hingga video

Pemutusan hubungan kemitraan

8

Menyebarluaskan data/informasi pribadi milik penumpang/ pelanggan/mitra Grab lainnya/restoran yang terdaftar dalam platform GrabFood melalui media apapun (contoh: media online, media cetak, aplikasi pengirim pesan, dan lainnya)

Pemutusan hubungan kemitraan

9

Memiliki penumpang/pesanan langganan

Pemutusan hubungan kemitraan

10

Meminjamkan maupun melakukan jual beli akun Mitra Grab

Pemutusan hubungan kemitraan

11

Mencurangi atau memanipulasi sistem Grab milik sendiri atau orang lain untuk alasan apapun, termasuk untuk mendapatkan order/uang tambahan/bonus/insentif

Pemutusan hubungan kemitraan dan dilaporkan ke pihak berwajib

12

Ikut serta dalam demonstrasi illegal apapun terhadap Grab serta memprovokasi mitra lain untuk melakukan kegiatan yang dapat merusak fasilitas umum atau merugikan pihak lain, dan atau merugikan pihak manapun tidak terkecuali pihak Grab (contoh: tindakan anarkis, perusakan fasilitas, razia, memboikot penggunaan aplikasi Grab)

Pemutusan hubungan kemitraan dan dilaporkan ke pihak berwajib

13

Penumpang mengeluhkan/mengadu ke Pihak Berwajib (contoh: Polisi) dan Mitra dinyatakan bersalah

Pembekuan akun hingga dinyatakan tidak terbukti bersalah dan/atau pemutusan hubungan kemitraan bila dinyatakan bersalah

14

Menyebarkan atau membujuk orang lain untuk menyebarkan berita tidak benar/bohong/palsu yang dapat merusak nama baik perusahaan ataupun karyawannya baik secara langsung (contoh: orasi di depan publik) maupun tidak langsung melalui media apapun (contoh: media sosial, media cetak), sehingga menimbulkan keresahan bagi Mitra Grab dan atau kerugian bagi pihak manapun termasuk Grab

Pemutusan hubungan kemitraan

15

Menawarkan dan memberikan barang atau uang kepada Staff Grab yang bertujuan untuk melanggar peraturan

Pemutusan hubungan kemitraan

16

Melakukan dan/atau menyelesaikan order/pesanan tanpa menjemput penumpang

Pemutusan hubungan kemitraan

17

Menyalahgunakan akun pengguna layanan Grab (Aplikasi Grab) tidak terkecuali dengan menggunakan media lainnya (partner platform/aplikasi selain Grab) untuk melakukan order fiktif untuk keperluan sendiri maupun untuk orang lain, baik dilakukan sendiri maupun bekerjasama dengan pihak lain (contoh: Mitra Grab lainnya, restoran partner, pemilik toko)

Pemutusan hubungan kemitraan

18

Melakukan tindakan kriminal/pidana terhadap penumpang atau siapapun baik selama perjalanan maupun setelahnya (contoh: melakukan kekerasan, penganiayaan, pelecehan, meneror, pencurian, pembunuhan, dll)

Pemutusan hubungan kemitraan

19

Ditemukan atau dilaporkan membawa senjata api/tajam dan atau obat-obat terlarang saat sedang membawa penumpang

Pemutusan hubungan kemitraan

20

Mengemudi dalam pengaruh alkohol atau NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya)

Pemutusan hubungan kemitraan

21

Terlibat kasus yang membutuhkan investigasi baik secara langsung maupun tidak langsung saat menjalankan sebuah layanan, termasuk sulit diajak bekerjasama / tidak kooperatif / secara sengaja memperlambat proses investigasi

Pembekuan akun hingga dinyatakan tidak terbukti bersalah dan/atau pemutusan hubungan kemitraan bila dinyatakan bersalah

22

Teridentifikasi menggunakan dokumen yang dipalsukan termasuk identitas diri (contoh dokumen: KTP, SIM, KK, SKCK, dll.) dan atau tidak melakukan verifikasi seperti yang disyaratkan atau dibutuhkan

Pembekuan akun hingga verifikasi dilakukan

1.2. KODE ETIK MITRA PENGEMUDI PENYEDIA LAYANAN GRABBIKE

NO

PELANGGARAN

SANKSI

1

Tidak berpenampilan sopan/bersih dan tidak memakai atribut helm dan jaket Grab, celana panjang dan sepatu tertutup*

Pembekuan akun hingga 3 hari

2

Memodifikasi atau mengubah tampilan atau bentuk helm dan jaket Grab*

3

Kondisi atribut helm atau jaket Grab tidak layak pakai*

4

Tidak mempersiapkan/membawa perlengkapan untuk berkendara saat hujan: 2 jas hujan, sepatu karet, dan lainnya

5

Kendaraan yang digunakan tidak dalam kondisi standar bawaan pabrik hingga berdampak pada ketidaknyamanan dan atau keamanan penumpang. Termasuk ketidaklengkapan plat nomor kendaraan pada sisi depan dan atau sisi belakang kendaraan

Pembekuan akun hingga mitra pengemudi melapor ke GDC atas perbaikan kendaraan yang telah dilakukan

6

Menggunakan plat nomor kendaraan yang berbeda dengan yang tampil pada aplikasi Grab*

Pembekuan akun hingga mitra pengemudi telah memperbarui data mitra pengemudi ke GDC atau Mobile Service

7

Menggunakan kendaraan yang tidak sesuai dengan yang terdaftar pada aplikasi Grab*

Pembekuan akun hingga mitra pengemudi telah memperbarui data mitra pengemudi ke GDC atau Mobile Service

8

Mitra meminta/membatalkan pesanan tanpa konfirmasi kepada penumpang*

Pembekuan akun hingga 3 hari

9

Mengambil pesanan/booking yang akan membutuhkan waktu lebih dari 30 menit menuju tempat penjemputan / akan terlambat lebih dari 30 menit tanpa pemberitahuan kepada penumpang*

10

Menekan tombol “Mulai” sebelum waktunya*

11

Merokok di kendaraan pada saat membawa penumpang

12

Tidak menjaga kebersihan penampilan, termasuk aroma badan/mulut saat berinteraksi langsung dengan penumpang

Peringatan

13

Standar layanan di bawah rata–rata (contoh: rating rendah, tingkat penerimaan rendah, tingkat pembatalan tinggi, tingkat penyelesaian rendah)*

Pembekuan akun hingga 3 hari

14

Mitra tidak menghubungi/tidak merespon/tidak dapat dihubungi penumpang/pelanggan*

Pembekuan akun hingga 3 hari

15

Menyebabkan penumpang cedera karena kelalaian atau perilaku yang disengaja (contoh: secara sengaja rem mendadak, menjalankan kendaraan sebelum penumpang naik atau turun dari kendaraan)

Pemutusan hubungan kemitraan

16

Segala kecurangan yang menggunakan dan atau melibatkan metode pembayaran Tunai dan atau Non-Tunai, yang dapat merugikan pihak manapun baik materiil maupun immaterial*

Pembekuan akun hingga 5 hari

17

Melanggar peraturan lalu lintas atau ketertiban umum, termasuk mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan atau mengendarai kendaraan melebihi kecepatan yang ditentukan oleh ketentuan perundang-undangan*

Pembekuan akun hingga 3 hari

18

Menurunkan penumpang bukan di lokasi yang tertera pada aplikasi Grab tanpa persetujuan penumpang

Pembekuan akun hingga 5 hari

19

Melakukan penjualan atau pembelian atribut baik helm atau jaket, yang dapat menyebabkan kerugian pada pihak Grab, baik berupa kerugian materiil dan immaterial (pencemaran nama baik)*

Pemutusan hubungan kemitraan

20

Melakukan pembatalan terhadap pesanan yang menggunakan Corporate Booking (Grab for Business)*

Pembekuan akun hingga 3 hari

21

Perbedaan identitas pengemudi dengan identitas mitra yang tampil pada aplikasi Grab*

Pemutusan hubungan kemitraan

22

Membatalkan pesanan/mematikan aplikasi Grab namun tetap mengantar penumpang/pesanan*

Pembekuan akun hingga 5 hari

23

Menyalahgunakan/tidak memberikan potongan harga bagi penumpang/pelanggan yang menggunakan kode promo*

24

Meminta atau melakukan penambahan biaya/bayaran di luar tarif yang tertera/ditentukan di aplikasi Grab tanpa sepengetahuan dan persetujuan penumpang/pelanggan*

25

Mengambil pesanan yang tidak sesuai dengan yang tertera di Aplikasi Grab (contoh: pesanan dengan alamat yang tidak sesuai)

26

Mengambil/menahan/merusak secara sengaja/tidak sengaja apapun yang menjadi hak milik penumpang, baik yang tertinggal/dititipkan ke mitra Grab

Pemutusan hubungan kemitraan

27

Kendaraan dalam keadaan kotor

Peringatan

*Berlaku untuk penyedia layanan roda dua lainnya, seperti GrabExpress dan atau GrabFood

**Sisa Saldo & Bonus Hangus

1.3. KODE ETIK MITRA PENGEMUDI PENYEDIA LAYANAN GRABEXPRESS

1.3.1 DENGAN MEDIA PENGANTARAN SEPEDA MOTOR

No

PELANGGARAN

SANKSI

1

Menyelesaikan status kiriman tanpa mengambil barang kiriman dan atau mengirimkan barang kiriman kepada Customer

Pembekuan akun hingga 3 hari

2

Mengumpulkan paket atau order di luar dari aturan yang berlaku dengan tujuan untuk mencari keuntungan pribadi

3

Mengantarkan paket ke alamat yang tidak sesuai dengan alamat yang tertera di aplikasi Grab tanpa mendapat konfirmasi dan persetujuan dari Customer

4

Menahan paket lebih dari 1×24 jam tanpa konfirmasi ke pihak pengirim dan penerima

5

Tidak memberikan / kurang dalam memberikan uang setoran atas layanan GrabExpress COD (Cash On Delivery) maksimal 1 hari setelah menyelesaikan order GrabExpress COD

6

Memilih alasan pembatalan yang tidak sesuai

Pembekuan akun hingga 3 hari

7

Menitipkan paket kiriman tanpa konfirmasi ke pemilik

8

Menerima pesanan pengiriman barang yang melebihi ukuran standar

9

Menolak mengambil atau mengantarkan paket ke lokasi titik dan alamat yang sudah ditentukan, walau ukuran barang sudah sesuai dengan batas standar yang ditentukan

10

Tidak mengambil dan mengunggah bukti foto penjemputan dan bukti pengantaran dengan benar sesuai ketentuan GrabExpress

11

Melempar paket kiriman tanpa disetujui oleh pemilik barang

Pembekuan akun hingga 3 hari dan wajib mengganti bila ada kerusakan

12

Menyebabkan kerusakan atau menghilangkan barang karena kelalaian pribadi baik sengaja atau tidak sengaja

13

Salah mengantarkan paket karena lalai dalam melakukan pengecekan paket yang akan dikirimkan

Pembekuan akun sampai paket diterima oleh Customer

14

Tidak memberikan setoran atas layanan GrabExpress COD yang diselesaikan maksimal 3 hari (H+3) setelah order selesai

Pemutusan hubungan kemitraan & dilaporkan ke pihak berwajib **

15

Terbukti mencuri paket dan atau Mitra tidak melakukan konfirmasi dalam 3 hari semenjak order dilakukan

16

Terbukti mengambil sebagian atau keseluruhan dari barang yang dikirim

17

Dengan sadar dan sengaja melakukan pengiriman barang yang dilarang oleh undang – undang yang berlaku

**Sisa Saldo & Bonus Hangus

1.4. KODE ETIK MITRA PENGEMUDI PENYEDIA LAYANAN GRABFOOD

No

PELANGGARAN

SANKSI

1

Tidak berpenampilan sopan/bersih dan tidak memakai atribut helm dan jaket Grab, celana panjang, sepatu tertutup dan tidak membawa tas pengantar makanan***

Pembekuan akun hingga 3 hari

2

Tas pengantar makanan dalam keadaan kotor***

3

Melakukan perusakan makanan (segel makanan terlepas, jumlah makanan berbeda dari order)

4

Pesanan yang diterima pelanggan dalam kondisi tidak sesuai dengan saat diberikan oleh Restoran Partner (contoh: tumpah, acak-acakan, dll)

Pembekuan akun hingga 1 hari

5

Menyelesaikan pesanan tanpa mengantarkan pesanan

Pemutusan hubungan kemitraan 

6

Tidak mengunggah bukti pembelanjaan yang sesuai order di aplikasi Grab, atau sengaja mengunggah bukti pembelanjaan yang tidak jelas/tidak relevan

Pembekuan akun hingga 7 hari

*** Berlaku apabila relevan

Seluruh penyedia layanan diberikan perlindungan yang setara atas keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan akunnya dalam menyelenggarakan layanan. 

Seluruh Mitra memiliki transparansi yang jelas atas perlakuan Grab Indonesia terhadap praktek kecurangan yang melanggar Kode Etik dan aturan praktek kecurangan dalam Kode Etik ini.

Tidak ada toleransi bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memanipulasi sistem perlindungan yang Grab Indonesia terapkan bagi Mitra.

Bila Mitra mengulangi lagi pelanggaran yang memiliki sanksi berupa peringatan atau pembekuan akun sementara, pihak Grab berhak memberikan sanksi yang lebih berat lagi hingga sanksi berupa pemutusan hubungan kemitraan 

Segala bentuk pelanggaran Kode Etik, Mitra akan mendapatkan kesempatan untuk mengajukan banding, jika dan hanya jika Mitra memiliki bukti yang kuat dan otentik yang bisa membuktikan ketidakbersalahan Mitra.

  1. KETENTUAN KEKERASAN SEKSUAL

Grab Indonesia, sejak awal berdiri, telah berkomitmen penuh untuk menghormati penegakan hak asasi manusia (HAM) dan keadilan serta kesetaraan gender. Komitmen ini meliputi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (termasuk kekerasan seksual terhadap anak) dalam penggunaan Layanan aplikasi Grab Indonesia.

Grab Indonesia menerapkan kebijakan berupa ZERO TOLERANCE!! untuk SEGALA BENTUK KEKERASAN SEKSUAL, menolak cara pandang yang keliru dalam menyikapi kekerasan seksual, dan mendukung upaya penegakan hukum terhadap pelaku dan pemulihan terhadap korban. Grab Indonesia berupaya membangun kemitraan bersama dengan lembaga negara, Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga swadaya masyarakat, para ahli/pakar, dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual.

Pengertian kekerasan seksual dalam Kode Etik ini adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina, menyerang, dan/atau perbuatan lainnya terhadap tubuh, hasrat seksual seseorang, dan/atau fungsi reproduksi, secara paksa, bertentangan dengan kehendak seseorang, yang menyebabkan seseorang itu tidak mampu memberikan persetujuan dalam keadaan bebas, karena ketimpangan relasi kuasa dan/atau relasi gender dan/atau sebab lainnya, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan atau kesengsaraan secara fisik, psikis, seksual, kerugian secara ekonomi, sosial, budaya, dan/atau politik (“Kekerasan Seksual”).

Bentuk-bentuk Kekerasan Seksual adalah sebagai berikut:

Tindakan

Penjelasan

Pelecehan seksual

Tindakan fisik atau non-fisik kepada orang lain, yang berhubungan dengan bagian tubuh seseorang, yang terkait hasrat seksual, yang mengakibatkan orang lain tidak nyaman, terintimidasi, terhina, direndahkan, atau dipermalukan.

Penjelasan lanjutan:

  1. Yang dimaksud bentuk “fisik(body contact) adalah meliputi tetapi tidak terbatas dalam bentuk, sentuhan, usapan, colekan, dekapan, dan/atau ciuman.
  2. Yang dimaksud bentuk “non-fisik(no body contact) meliputi tetapi tidak terbatas dalam bentuk, menggoda, merayu, siulan, kedipan mata, tatapan dan pandangan kepada bagian tubuh seseorang, ucapan yang bernuansa seksual, ajakan melakukan hubungan seksual, mempertunjukkan materi pornografi, mempertunjukkan alat kelamin, merekam, atau memfoto secara diam-diam tubuh seseorang.

Perkosaan

Tindakan pemaksaan hubungan seksual dengan kekerasan, ancaman kekerasan, atau tipu muslihat, atau menggunakan kondisi seseorang yang tidak mampu memberikan persetujuan yang sesungguhnya, termasuk memasukkan alat kelamin laki-laki ke alat kelamin perempuan, alat kelamin laki-laki ke anggota tubuh lainnya, atau anggota tubuh atau benda ke dalam alat kelamin perempuan, dubur, atau mulut.

Eksploitasi seksual

Tindakan dengan kekerasan, ancaman kekerasan, tipu daya, kebohongan, nama atau identitas atau martabat palsu, atau penyalahgunaan kepercayaan, agar seseorang melakukan hubungan seksual dengannya atau orang lain, atau tindakan yang memanfaatkan tubuh orang tersebut untuk pemenuhan keinginan seksual, dengan maksud menguntungkan dan memuaskan seksual diri sendiri atau orang lain.

Grab Indonesia memberi perhatian lebih dalam hal kekerasan seksual menimpa kelompok rentan, antara lain anak, penyandang disabilitas, perempuan hamil, lansia, masyarakat adat, dan korban kekerasan. Grab Indonesia mengadopsi definisi anak sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan Anak, yaitu seseorang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun.

Grab Indonesia memiliki kebijakan anti pembalasan (retaliation), yaitu tindakan pembalasan yang dilakukan atau direncanakan oleh seseorang yang dapat diduga melakukan kekerasan seksual, terhadap seseorang yang melaporkan atau mengadukan tindakan orang tersebut, atau seseorang yang menolong pelaporan atau pengaduan, atau seseorang yang berpartisipasi dalam pemeriksaan. Grab Indonesia tidak menolerir tindakan main hakim sendiri, termasuk namun tidak terbatas pada tindakan menakut-nakuti, mengancam, mengintimidasi, atau memaksa pelapor atau pengadu membuat pernyataan tertulis atau lisan terkait pencabutan laporan atau pengaduan. 

Grab Indonesia tidak menolerir adanya pelaporan atau pengaduan palsu dengan tujuan yang dapat diduga menjatuhkan reputasi Grab Indonesia. Segala pelanggaran terkait Kekerasan Seksual berserta bentuk-bentuknya sebagaimana diuraikan di atas, akan ditindak dengan sanksi yang tegas oleh Grab Indonesia, dan oleh karena itu atas pertimbangan yang wajar, dan sesuai pernyataan dan jaminan yang Anda nyatakan dalam Perjanjian, Anda sebagai Mitra mengerti dan paham bahwa GRAB INDONESIA BERHAK UNTUK MEMUTUSKAN HUBUNGAN KEMITRAAN ANDA SECARA SEPIHAK, dan berhak untuk mendampingi siapapun baik korban maupun pihak terkait lainnya untuk MEMPIDANAKAN DAN MEMPENJARAKAN ANDA SESUAI UNDANG-UNDANG YANG BERLAKU.

Oleh karena itu, DIHIMBAU AGAR ANDA untuk selalu mematuhi ketentuan Kekerasan Seksual dalam Kode Etik ini, MENAHAN DIRI, BERFIKIRAN POSTIF dan BERTINDAK PROFESIONAL dalam menjalankan kegiatan serta pemberian pelayanan kepada para penumpang dalam pengunaan layanan Grab Indonesia.

  1. PERNYATAAN MITRA ATAS TINDAKAN

Dengan ini Anda menyatakan dan setuju bahwa:

  1. Anda sepenuhnya memahami semua klausul yang disebutkan di atas;
  2. Akun Anda akan dimatikan dan nilai saldo dalam akun Grab dikembalikan ke rekening bank pribadi Anda, apabila Anda telah menyatakan pengunduran diri sebagai Mitra, atau terbukti telah membiarkan akun Anda tidak beroperasi/aktif dalam jangka waktu lebih dari 3 bulan;
  3. Dalam hal anda melakukan pelanggaran atas kode etik yang anda setujui dan memiliki sanksi pemutusan hubungan kemitraan serta tidak dikembalikannya saldo dompet elektronik Anda, Anda dengan ini melepaskan dan membebaskan serta tidak akan menuntut Grab atas sisa saldo dompet elektronik Anda yang hangus sebagai denda atas pelanggaran tersebut;
  4. Anda akan semata-mata bertanggung jawab untuk setiap kewajiban dan segala pencemaran nama baik yang diakibatkan oleh tindakan Anda, pengoperasian kendaraan bermotor Anda atau kendaraan penumpang, dan/atau taksi atau layanan pengiriman penumpang, termasuk, namun tidak terbatas pada cedera individu, kematian, dan kerusakan properti;
  5. Anda siap bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh Grab Indonesia jika Anda ditemukan melanggar klausul apapun dalam Kode Etik ini;
  6. Anda bersedia, nilai saldo Anda dalam dompet pengemudi untuk diambil kembali oleh Grab Indonesia, apabila Anda terbukti melakukan penyalahgunaan dan tindakan pidana, maupun di blacklist / diputuskan hubungan kemitraan, dikarenakan melanggar Kode Etik ini; 
  7. Dalam hal terkait pelanggaran kekerasan seksual yang dilakukan oleh Anda:
    1. Anda setuju bahwa, dalam hal laporan telah dicabut dan/atau ditutup, Grab berhak, atas diskresi mutlaknya, membuka kembali investigasi terhadap laporan tersebut dan menjadikan laporan dan temuan-temuan yang ada, untuk melanjutkan investigasi lebih lanjut apabila:
      1. laporan yang dicabut oleh pelapor tersebut dilakukan dengan alasan adanya intimidasi dan/atau ancaman dari terlapor, meskipun sudah ada pernyataan damai di antara pelapor dan terlapor;
      2. adanya dugaan upaya untuk mengakibatkan jatuhnya reputasi Grab yang dilakukan oleh terlapor dan/atau pelapor;
    2. Anda bersedia bahwa apabila dan diperlukan untuk dilakukan konseling psikologis terhadap anda dan/atau pemulihan psikologis terhadap korban pelecehan seksual, biaya terkait konseling dan/atau pemulihan tersebut akan ditanggung oleh anda, yang dapat dibayarkan/ditarik dari dompet pengemudi Anda.
  8. Kode etik ini dapat diubah sewaktu-waktu secara sepihak oleh pihak Grab, sehingga Anda juga menyatakan akan secara teratur meninjau dan selalu tunduk pada “Syarat dan Ketentuan Layanan” dan “Kode Etik” ini sebagaimana disebutkan disini dan website resmi Grab Indonesia di https://www.grab.com/id/terms/driver/

Kode Etik Mitra Pengemudi

(“Kode Etik”)

Grab Indonesia, sangat mengutamakan kepentingan keamanan, kenyamanan, serta akan bertindak tegas atas segala tindakan kekerasan seksual, dalam penggunaan Layanan (sebagaimana didefinisikan di dalam Perjanjian pada tautan https://www.grab.com/id/terms/driver/) oleh Mitra Pengemudi (“Mitra”).

Anda memahami bahwa dengan telah mendaftar sebagai Mitra dan terikat pada Perjanjian serta menggunakan Layanan dari Grab Indonesia, Anda memahami bahwa Anda juga wajib mematuhi dan telah terikat pada Kode Etik ini, dan amendemen serta tambahan apa pun di masa mendatang sebagaimana dimuat dari waktu ke waktu pada tautan https://www.grab.com/id/kodeetik/ atau melalui Aplikasi (sebagaimana didefinisikan di dalam Perjanjian).

Anda dengan ini juga menyatakan bahwa Anda telah membaca, memahami, menerima dan menyetujui ketentuan dalam Kode Etik Mitra ini. Oleh karena itu Anda wajib tunduk pada ketentuan yang diatur dalam Kode Etik Mitra di bawah ini.

  1. KETENTUAN PELANGGARAN

Untuk mendukung praktik bisnis yang ber-etika dan mengedepankan Good Corporate Governance, Anda wajib bertindak dan berperilaku dengan baik dalam memberikan layanan kepada pelanggan dan jujur dalam menggunakan Layanan, serta dilarang melakukan tindakan-tindakan yang diatur di bawah ini. Segala pelanggaran tindakan-tindakan tersebut akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku di bawah ini:

1.1. KODE ETIK UMUM MITRA GRAB

No.

PELANGGARAN

SANKSI

1

Bertikai/melakukan tindakan di luar norma kesopanan/berperilaku kasar baik verbal ataupun non-verbal, fisik ataupun non-fisik, tidak terkecuali tindakan mengancam/mengintimidasi/menakut-nakuti/melecehkan secara SARA/fisik/seksual, dengan cara dan media apapun kepada pihak manapun, baik dengan penumpang/karyawan Grab/sesama mitra Grab/restoran yang terdaftar dalam platform GrabFood/pelanggan/pengguna jalan lainnya

Pemutusan hubungan kemitraan

2

Melakukan pelecehan seksual dan non seksual kepada penumpang baik secara langsung, telepon, sms atau cara apapun

Pemutusan hubungan kemitraan

3

Tidak menginformasikan 10 hari sebelumnya kepada pihak Grab bahwa SIM/KTP/STNK akan segera berakhir masa berlakunya atau saat dokumen tersebut hilang

Pembekuan akun hingga data diperbarui

(Mitra harus datang ke kantor Grab)

4

Mempromosikan aplikasi kompetitor

Pemutusan hubungan kemitraan

5

Menggunakan aplikasi Grab yang berasal dari sumber yang tidak resmi atau aplikasi lain yang bisa mengganggu/merugikan/mencurangi pihak manapun tidak terkecuali pihak Grab

Pemutusan hubungan kemitraan

6

Menggunakan perangkat yang diubah tingkat keamanan dasarnya (contoh: Android Root / iOS Jailbreak)

Pemutusan hubungan kemitraan

7

Menghubungi pelanggan/penumpang/ restoran yang terdaftar dalam platform GrabFood untuk alasan yang tidak berhubungan dengan layanan aplikasi Grab melalui media apapun seperti melalui sms, telepon, surat, email, aplikasi pengirim pesan, media sosial atau lainnya, baik berupa teks, suara, gambar hingga video

Pemutusan hubungan kemitraan

8

Menyebarluaskan data/ informasi pribadi milik penumpang/ pelanggan/ mitra Grab lainnya/ restoran yang terdaftar dalam platform GrabFood melalui media apapun (contoh : media online, media cetak, aplikasi pengirim pesan, dan lainnya)

Pemutusan hubungan kemitraan

9

Memiliki penumpang/ pesanan langganan

Pemutusan hubungan kemitraan

10

Meminjamkan maupun melakukan jual beli akun pengemudi Grab

Pemutusan hubungan kemitraan

11

Mencurangi atau memanipulasi sistem Grab milik sendiri atau orang lain untuk alasan apapun, termasuk untuk mendapatkan order/uang tambahan/bonus/insentif

Pemutusan hubungan kemitraan dan dilaporkan ke pihak berwajib

12

Ikut serta dalam demonstrasi illegal apapun terhadap Grab serta memprovokasi mitra lain untuk melakukan kegiatan yang dapat merusak fasilitas umum atau merugikan pihak lain, dan atau merugikan pihak manapun tidak terkecuali pihak Grab (contoh: tindakan anarkis, perusakan fasilitas, razia, memboikot penggunaan aplikasi Grab)

Pemutusan hubungan kemitraan dan dilaporkan ke pihak berwajib

13

Penumpang mengeluhkan/mengadu ke Pihak Berwajib (contoh: Polisi) dan Mitra dinyatakan bersalah

Pembekuan akun hingga dinyatakan tidak terbukti bersalah dan/atau pemutusan hubungan kemitraan bila dinyatakan bersalah

14

Menyebarkan atau membujuk orang lain untuk menyebarkan berita tidak benar/bohong/palsu yang dapat merusak nama baik perusahaan ataupun karyawannya baik secara langsung (contoh: orasi di depan publik) maupun tidak langsung melalui media apapun (contoh: media sosial, media cetak), sehingga menimbulkan keresahan bagi Mitra Grab dan atau kerugian bagi pihak manapun termasuk Grab

Pemutusan hubungan kemitraan

15

Menawarkan dan memberikan barang atau uang kepada Staff Grab yang bertujuan untuk melanggar peraturan

Pemutusan hubungan kemitraan

16

Melakukan dan/atau menyelesaikan order/pesanan tanpa menjemput penumpang

Pemutusan hubungan kemitraan

17

Menyalahgunakan akun pengguna layanan Grab (Aplikasi Grab) tidak terkecuali dengan menggunakan media lainnya (partner platform/aplikasi selain Grab) untuk melakukan order fiktif untuk keperluan sendiri maupun untuk orang lain, baik dilakukan sendiri maupun bekerjasama dengan pihak lain (contoh: Mitra Grab lainnya, restoran partner, pemilik toko)

Pemutusan hubungan kemitraan

18

Melakukan tindakan kriminal/pidana terhadap penumpang atau siapapun baik selama perjalanan maupun setelahnya (contoh: melakukan kekerasan, penganiayaan, pelecehan, meneror, pencurian, pembunuhan, dll)

Pemutusan hubungan kemitraan

19

Ditemukan atau dilaporkan membawa senjata api / tajam dan atau obat-obat terlarang saat sedang membawa penumpang

Pemutusan hubungan kemitraan

20

Mengemudi dalam pengaruh alkohol atau NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya)

Pemutusan hubungan kemitraan

21

Terlibat kasus yang membutuhkan investigasi baik secara langsung maupun tidak langsung saat menjalankan sebuah layanan, termasuk sulit diajak bekerjasama / tidak kooperatif / secara sengaja memperlambat proses investigasi

Pembekuan akun hingga dinyatakan tidak terbukti bersalah dan/atau pemutusan hubungan kemitraan bila dinyatakan bersalah

22

Teridentifikasi menggunakan dokumen yang dipalsukan termasuk identitas diri (contoh dokumen: KTP, SIM, KK, SKCK, dll.) dan atau tidak melakukan verifikasi seperti yang disyaratkan atau dibutuhkan

Pembekuan akun hingga verifikasi dilakukan

1.2. KODE ETIK MITRA PENGEMUDI PENYEDIA LAYANAN GRABCAR

1.2.1. PELANGGARAN RINGAN

No.

PELANGGARAN

SANKSI

1

Tidak kooperatif dalam pengembalian barang penumpang yang tertinggal

Pembekuan akun hingga barang dikembalikan (Anda harus datang ke kantor Grab)

2

Pengemudi mengarahkan penumpang untuk membatalkan pesanan

– 1 kali : Peringatan

– 2 kali : Peringatan

– 3 kali : Peringatan keras

– 4 kali : Peringatan keras

– 5 kali : Pembekuan akun selama 1 hari

3

Kendaraan yang digunakan dalam keadaan kotor atau berbau tidak sedap

– 1 kali : Peringatan

– 2 kali : Peringatan

– 3 kali : Peringatan

– 4 kali : Training

– 5 kali : Pembekuan akun dan melakukan sesi tatap muka

– 6 kali : Pemutusan hubungan kemitraan

4

Berpenampilan kurang rapi dan kurang sopan saat bersama penumpang

5

Kondisi kendaraan tidak layak digunakan atau tidak sesuai standar keamanan (contoh : kaca terlalu gelap, knalpot berisik, kaca/spion pecah, dll)

6

Kondisi AC dalam mobil rusak atau kurang dingin

7

Tidak menjaga kebersihan atau kesegaran tubuh sehingga menimbulkan bau yang mengganggu kenyamanan penumpang

8

Hal-hal yang berhubungan dengan perilaku mitra yang mengakibatkan penumpang tidak nyaman (Contoh : mengantuk, bermain hp, merokok)

– 1 kali : Peringatan

– 2 kali : Pemutusan hubungan kemitraan

1.2.2. PELANGGARAN BERAT

No.

PELANGGARAN

SANKSI

1

Identitas kendaraan (plat nomor atau jenis kendaraan) yang digunakan berbeda dengan yang terdaftar pada aplikasi

– 1 kali : Peringatan

– 2 kali : Pembekuan akun selama 3 hari dan menandatangani surat pernyataan

– 3 kali : Pemutusan hubungan kemitraan

2

Pengemudi membawa orang lain dalam kendaraan saat membawa penumpang

3

Memaksa penumpang untuk Top – Up Ovo

– 1 kali : Peringatan

– 2 kali : Pembekuan akun

– 3 kali : Pemutusan hubungan kemitraan

4

Melanggar aturan lalu lintas

– 1 kali : Peringatan

– 2 kali : Peringatan

– 3 kali : Pembekuan akun selama 3 hari

– 4 kali : Pemutusan hubungan kemitraan

5

Pengemudi mengendarai kendaraan tanpa adanya surat izin berlisensi dari kepolisian

6

Meminta uang tambahan di luar tarif yang tertera pada aplikasi

– 1 kali : Peringatan

 – 2 kali : Peringatan keras

– 3 kali : Pembekuan akun, sesi tatap muka, serta menandatangani surat pernyataan

 – 4 kali : Pemutusan hubungan kemitraan

7

Meminta tarif penuh pada perjalanan yang menggunakan promo

8

Melakukan penambahan biaya lain-lain tanpa sepengetahuan dan/atau persetujuan penumpang

9

Tidak jujur dalam memberikan uang kembalian kepada penumpang yang menggunakan pembayaran tunai

10

Mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan di jalan

– 1 kali : Peringatan

– 2 kali : Peringatan

– 3 kali : Peringatan

– 4 kali : Pembekuan akun selama 3 hari

– 5 kali : Pemutusan hubungan kemitraan

11

Mengendarai kendaraan melebihi kecepatan yang ditentukan oleh ketentuan perundang-undangan

12

Tidak memperhatikan keamanan dan kenyamanan penumpang (pada saat membawa ibu hamil, orang sakit, pada jalan yang rusak dan polisi tidur)

13

Terlalu sering mengabaikan atau menolak pesanan dalam satu waktu tertentu

Pemutusan hubungan kemitraan

14

Penggunaan fake GPS ataupun aplikasi illegal

15

Membatalkan pesanan dan mematikan aplikasi Grab namun tetap mengantar penumpang

16

Menurunkan penumpang bukan di lokasi yang tertera pada aplikasi Grab tanpa persetujuan dan/atau arahan dari penumpang

1.2.3. PELANGGARAN SANGAT BERAT

No.

PELANGGARAN

SANKSI

1

Menggunakan akun yang terdaftar atas nama orang lain

– 1 kali : Peringatan

– 2 kali : Pembekuan akun selama 3 hari dan menandatangani surat pernyataan

– 3 kali : Pemutusan hubungan kemitraan

2

Pengemudi meminta uang kepada penumpang dengan ancaman

Peringatan, pembekuan sementara, hingga pemutusan hubungan kemitraan (bergantung pada kasus dan riwayat pelanggaran pengemudi)

3

Terjadi kecelakaan yang mengakibatkan cedera kritis hingga fatal

4

Melakukan penyalahgunaan akun pengemudi lain

Pemutusan hubungan kemitraan

5

Pengemudi tidak mau bertanggung jawab (tabrak lari) saat terjadi kecelakaan lalu lintas

1.3. KODE ETIK MITRA PENGEMUDI PENYEDIA LAYANAN GRABEXPRESS

1.3.1. DENGAN MEDIA PENGANTARAN MOBIL

No.

PELANGGARAN

SANKSI

1

Menyelesaikan status kiriman tanpa mengambil barang kiriman dan atau mengirimkan barang kiriman kepada Customer

Pembekuan akun hingga 3 hari

2

Mengumpulkan paket atau order di luar dari aturan yang berlaku dengan tujuan untuk mencari keuntungan pribadi

3

Mengantarkan paket ke alamat yang tidak sesuai dengan alamat yang tertera di aplikasi Grab tanpa mendapat konfirmasi dan persetujuan dari Customer

4

Menahan paket lebih dari 1×24 jam tanpa konfirmasi ke pihak Customer Service, pengirim dan penerima

5

Tidak memberikan / kurang dalam memberikan uang setoran atas layanan GrabExpress COD maksimal 1 hari setelah menyelesaikan order GrabExpress COD**

6

Memilih alasan pembatalan yang tidak sesuai

7

Menitipkan paket kiriman tanpa konfirmasi ke pemilik

8

Menerima pesanan pengiriman barang yang melebihi ukuran standar

9

Menolak mengambil atau mengantarkan paket ke lokasi titik dan alamat yang sudah ditentukan, walau ukuran barang sudah sesuai dengan batas standar yang ditentukan

10

Tidak mengambil bukti foto penjemputan dan bukti pengantaran dengan benar sesuai ketentuan GrabExpress

11

Melempar paket kiriman tanpa disetujui oleh pemilik barang

Pembekuan akun hingga 3 hari dan wajib mengganti bila ada kerusakan

12

Menyebabkan kerusakan atau menghilangkan barang karena kelalaian pribadi baik sengaja atau tidak sengaja

Pembekuan akun hingga 3 hari dan mengganti kerusakan barang

13

Sulit diajak bekerjasama/tidak kooperatif/secara sengaja memperlambat proses investigasi kasus GrabExpress

Pembekuan akun sampai kasus selesai

14

Salah mengantarkan paket karena lalai dalam melakukan pengecekan paket yang akan dikirimkan

Pembekuan akun sampai paket diterima oleh Pelanggan

15

Tidak memberikan setoran atas layanan GrabExpress COD yang diselesaikan maksimal 3 hari (H+3) setelah order selesai**

Pemutusan hubungan kemitraan & dilaporkan ke pihak berwajib*

16

Terbukti mencuri paket dan atau Mitra tidak melakukan konfirmasi dalam 3 hari semenjak order dilakukan

17

Terbukti mengambil sebagian atau keseluruhan dari barang yang dikirim

18

Dengan sadar dan sengaja melakukan pengiriman barang yang dilarang oleh undang – undang yang berlaku

** Berlaku apabila relevan

Seluruh penyedia layanan diberikan perlindungan yang setara atas keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan akunnya dalam menyelenggarakan layanan. 

Seluruh Mitra memiliki transparansi yang jelas atas perlakuan Grab Indonesia terhadap praktek kecurangan yang melanggar Kode Etik dan aturan praktek kecurangan dalam Kode Etik ini.

Tidak ada toleransi bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memanipulasi sistem perlindungan yang Grab Indonesia terapkan bagi Mitra.

Bila Mitra mengulangi lagi pelanggaran yang memiliki sanksi berupa peringatan atau pembekuan akun sementara, pihak Grab berhak memberikan sanksi yang lebih berat lagi hingga sanksi berupa pemutusan hubungan kemitraan 

Segala bentuk pelanggaran Kode Etik, Mitra akan mendapatkan kesempatan untuk mengajukan banding, jika dan hanya jika Mitra memiliki bukti yang kuat dan otentik yang bisa membuktikan ketidakbersalahan Mitra.

  1. KETENTUAN KEKERASAN SEKSUAL

Grab Indonesia, sejak awal berdiri, telah berkomitmen penuh untuk menghormati penegakan hak asasi manusia (HAM) dan keadilan serta kesetaraan gender. Komitmen ini meliputi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (termasuk kekerasan seksual terhadap anak) dalam penggunaan Layanan aplikasi Grab Indonesia.

Grab Indonesia menerapkan kebijakan berupa ZERO TOLERANCE!! untuk SEGALA BENTUK KEKERASAN SEKSUAL, menolak cara pandang yang keliru dalam menyikapi kekerasan seksual, dan mendukung upaya penegakan hukum terhadap pelaku dan pemulihan terhadap korban. Grab Indonesia berupaya membangun kemitraan bersama dengan lembaga negara, Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga swadaya masyarakat, para ahli/pakar, dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual.

Pengertian kekerasan seksual dalam Kode Etik ini adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina, menyerang, dan/atau perbuatan lainnya terhadap tubuh, hasrat seksual seseorang, dan/atau fungsi reproduksi, secara paksa, bertentangan dengan kehendak seseorang, yang menyebabkan seseorang itu tidak mampu memberikan persetujuan dalam keadaan bebas, karena ketimpangan relasi kuasa dan/atau relasi gender dan/atau sebab lainnya, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan atau kesengsaraan secara fisik, psikis, seksual, kerugian secara ekonomi, sosial, budaya, dan/atau politik (“Kekerasan Seksual”).

Bentuk-bentuk Kekerasan Seksual adalah sebagai berikut:

Tindakan

Penjelasan

Pelecehan seksual

Tindakan fisik atau non-fisik kepada orang lain, yang berhubungan dengan bagian tubuh seseorang, yang terkait hasrat seksual, yang mengakibatkan orang lain tidak nyaman, terintimidasi, terhina, direndahkan, atau dipermalukan.

Penjelasan lanjutan:

  1. Yang dimaksud bentuk “fisik(body contact) adalah meliputi tetapi tidak terbatas dalam bentuk, sentuhan, usapan, colekan, dekapan, dan/atau ciuman.
  2. Yang dimaksud bentuk “non-fisik(no body contact) meliputi tetapi tidak terbatas dalam bentuk, menggoda, merayu, siulan, kedipan mata, tatapan dan pandangan kepada bagian tubuh seseorang, ucapan yang bernuansa seksual, ajakan melakukan hubungan seksual, mempertunjukkan materi pornografi, mempertunjukkan alat kelamin, merekam, atau memfoto secara diam-diam tubuh seseorang.

Perkosaan

Tindakan pemaksaan hubungan seksual dengan kekerasan, ancaman kekerasan, atau tipu muslihat, atau menggunakan kondisi seseorang yang tidak mampu memberikan persetujuan yang sesungguhnya, termasuk memasukkan alat kelamin laki-laki ke alat kelamin perempuan, alat kelamin laki-laki ke anggota tubuh lainnya, atau anggota tubuh atau benda ke dalam alat kelamin perempuan, dubur, atau mulut.

Eksploitasi seksual

Tindakan dengan kekerasan, ancaman kekerasan, tipu daya, kebohongan, nama atau identitas atau martabat palsu, atau penyalahgunaan kepercayaan, agar seseorang melakukan hubungan seksual dengannya atau orang lain, atau tindakan yang memanfaatkan tubuh orang tersebut untuk pemenuhan keinginan seksual, dengan maksud menguntungkan dan memuaskan seksual diri sendiri atau orang lain.

Grab Indonesia memberi perhatian lebih dalam hal kekerasan seksual menimpa kelompok rentan, antara lain anak, penyandang disabilitas, perempuan hamil, lansia, masyarakat adat, dan korban kekerasan. Grab Indonesia mengadopsi definisi anak sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan Anak, yaitu seseorang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun.

Grab Indonesia memiliki kebijakan anti pembalasan (retaliation), yaitu tindakan pembalasan yang dilakukan atau direncanakan oleh seseorang yang dapat diduga melakukan kekerasan seksual, terhadap seseorang yang melaporkan atau mengadukan tindakan orang tersebut, atau seseorang yang menolong pelaporan atau pengaduan, atau seseorang yang berpartisipasi dalam pemeriksaan. Grab Indonesia tidak menolerir tindakan main hakim sendiri, termasuk namun tidak terbatas pada tindakan menakut-nakuti, mengancam, mengintimidasi, atau memaksa pelapor atau pengadu membuat pernyataan tertulis atau lisan terkait pencabutan laporan atau pengaduan. 

Grab Indonesia tidak menolerir adanya pelaporan atau pengaduan palsu dengan tujuan yang dapat diduga menjatuhkan reputasi Grab Indonesia. Segala pelanggaran terkait Kekerasan Seksual berserta bentuk-bentuknya sebagaimana diuraikan di atas, akan ditindak dengan sanksi yang tegas oleh Grab Indonesia, dan oleh karena itu atas pertimbangan yang wajar, dan sesuai pernyataan dan jaminan yang Anda nyatakan dalam Perjanjian, Anda sebagai Mitra mengerti dan paham bahwa GRAB INDONESIA BERHAK UNTUK MEMUTUSKAN HUBUNGAN KEMITRAAN ANDA SECARA SEPIHAK, dan berhak untuk mendampingi siapapun baik korban maupun pihak terkait lainnya untuk MEMPIDANAKAN DAN MEMPENJARAKAN ANDA SESUAI UNDANG-UNDANG YANG BERLAKU.

Oleh karena itu, DIHIMBAU AGAR ANDA untuk selalu mematuhi ketentuan Kekerasan Seksual dalam Kode Etik ini, MENAHAN DIRI, BERFIKIRAN POSTIF dan BERTINDAK PROFESIONAL dalam menjalankan kegiatan serta pemberian pelayanan kepada para penumpang dalam pengunaan layanan Grab Indonesia.

  1. PERNYATAAN MITRA ATAS TINDAKAN

Dengan ini Anda menyatakan dan setuju bahwa:

  1. Anda sepenuhnya memahami semua klausul yang disebutkan di atas;
  2. Akun Anda akan dimatikan dan nilai saldo dalam akun Grab dikembalikan ke rekening bank pribadi Anda, apabila Anda telah menyatakan pengunduran diri sebagai Mitra, atau terbukti telah membiarkan akun Anda tidak beroperasi/aktif dalam jangka waktu lebih dari 3 bulan;
  3. Dalam hal anda melakukan pelanggaran atas kode etik yang anda setujui dan memiliki sanksi pemutusan hubungan kemitraan serta tidak dikembalikannya saldo dompet elektronik Anda, Anda dengan ini melepaskan dan membebaskan serta tidak akan menuntut Grab atas sisa saldo dompet elektronik Anda yang hangus sebagai denda atas pelanggaran tersebut;
  4. Anda akan semata-mata bertanggung jawab untuk setiap kewajiban dan segala pencemaran nama baik yang diakibatkan oleh tindakan Anda, pengoperasian kendaraan bermotor Anda atau kendaraan penumpang, dan/atau taksi atau layanan pengiriman penumpang, termasuk, namun tidak terbatas pada cedera individu, kematian, dan kerusakan properti;
  5. Anda siap bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh Grab Indonesia jika Anda ditemukan melanggar klausul apapun dalam Kode Etik ini;
  6. Anda bersedia, nilai saldo Anda dalam dompet pengemudi untuk diambil kembali oleh Grab Indonesia, apabila Anda terbukti melakukan penyalahgunaan dan tindakan pidana, maupun di blacklist / diputuskan hubungan kemitraan, dikarenakan melanggar Kode Etik ini; 
  7. Dalam hal terkait pelanggaran kekerasan seksual yang dilakukan oleh Anda:
    1. Anda setuju bahwa, dalam hal laporan telah dicabut dan/atau ditutup, Grab berhak, atas diskresi mutlaknya, membuka kembali investigasi terhadap laporan tersebut dan menjadikan laporan dan temuan-temuan yang ada, untuk melanjutkan investigasi lebih lanjut apabila:
      1. laporan yang dicabut oleh pelapor tersebut dilakukan dengan alasan adanya intimidasi dan/atau ancaman dari terlapor, meskipun sudah ada pernyataan damai di antara pelapor dan terlapor;
      2. adanya dugaan upaya untuk mengakibatkan jatuhnya reputasi Grab yang dilakukan oleh terlapor dan/atau pelapor;
    2. Anda bersedia bahwa apabila dan diperlukan untuk dilakukan konseling psikologis terhadap anda dan/atau pemulihan psikologis terhadap korban pelecehan seksual, biaya terkait konseling dan/atau pemulihan tersebut akan ditanggung oleh anda, yang dapat dibayarkan/ditarik dari dompet pengemudi Anda.
  8. Kode etik ini dapat diubah sewaktu-waktu secara sepihak oleh pihak Grab, sehingga Anda juga menyatakan akan secara teratur meninjau dan selalu tunduk pada “Syarat dan Ketentuan Layanan” dan “Kode Etik” ini sebagaimana disebutkan disini dan website resmi Grab Indonesia di https://www.grab.com/id/terms/driver/