Grab Indonesia – Waspada Blind Spot Penyebab Kecelakaan, Begini Menghindarinya!

Pernah dengar istilah blind spot? Istilah satu ini sering disebut ketika membahas penyebab-penyebab kecelakaan. Blind spot dianggap salah satu yang membuat pengemudi kecelakaan karena tidak bisa melihat keberadaan objek atau kendaraan lain.

Dilansir dari situs resmi wuling.id, titik buta alias blind spot adalah titik di sekitar mobil di mana pengemudi tidak bisa mendeteksi keberadaan objek maupun kendaraan lain, sehingga jika ada kendaraan lain datang dari area tersebut menjadi lebih rawan terjadinya benturan karena keterbatasan jarak pandang pada kendaraan tersebut. Lalu bagaimana cara menghindari blind spot ketika berkendara? Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghindari blind spot.

Baca Juga: Mau Punya Mobil Nyaman untuk Mengambil Orderan? Lakukan Service Berkala & Dapatkan Manfaatnya! 

Pahami Posisi Blind Spot

Istilah blind spot sering disebut sebagai area no-zone, di mana pengendara tidak dapat melihat dengan jelas beberapa area. Secara tidak langsung, blind spot sangat memengaruhi dalam berkendara aman di jalan, apalagi pada kondisi jalanan yang padat. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan khusus yang sangat baik guna menghindarinya.

Untuk meminimalisir risiko kecelakaan, maka penting bagi kamu untuk mengetahui titik-titik buta pada mobil. Berikut beberapa area blind spot pada mobil dilansir dari situs resmi wuling.id.

  1. ​​Sisi kanan atau kiri bagian belakang mobil saat di jalan dua jalur, terutama untuk mobil yang memiliki pilar tebal sehingga membuat jarak pandang ke belakang kanan dan kiri semakin terbatas.
  2. Seperempat sisi belakang kendaraan saat ingin berbelok. Ketika ada motor di daerah ini menjadi salah satu penyebab paling umum terjadinya benturan.
  3. Belakang mobil persis, terutama untuk mobil yang pandangan kaca belakangnya tertutup, seperti tipe mobil box, dump truck, dan sebagainya.
  4. Pejalan kaki yang muncul saat kondisi macet. Biasanya pejalan kaki sering menyelip di antara kendaraan sehingga tak terlihat oleh pengemudi.
  5. Pengemudi motor yang bermanuver dari belakang meliung ke jalur di depan mobil. Hal ini juga kadang luput dari pandangan pengemudi mobil, oleh sebab itu perlu diwaspadai terutama ketika berkendara di jalanan yang macet.

Penyebab Blind Spot

Secara umum, blind spot adalah kondisi ketika kamu tidak dapat melihat objek yang berada di sekeliling. Beragam kemungkinan bisa saja terjadi ketika berkendara termasuk kecelakaan lalu lintas. Beberapa penyebab blind spot antara lain faktor internal dari kendaraan itu sendiri dan faktor lingkungan sekitar seperti:

  1. Kaca spion mobil memiliki jangkauan yang terbatas.
  2. Pengemudi kurang perhatian terhadap kondisi di sekitar kendaraan
  3. Dimensi kendaraan besar, semakin besar ukuran kendaraan semakin luas area blind spot, seperti dump truck, mobil box, bus dan mobil besar lainnya.
  4. Bagian kaca belakang tertutup oleh muatan kabin yang terlalu bertumpuk.
  5. Kondisi cuaca yang membatasi jarak pandang, seperti kondisi hujan lebat atau berkabut.
  6. Ketika kendaraan berada di persimpangan, jalan berbukit, kondisi berdebu, hujan, atau lalu lintas yang padat.

Baca Juga: Syarat dan Kondisi Mobil Sebelum Mendaftar Jadi Mitra 

Tips Menghindari Blind Spot

Pada kondisi tertentu, blind spot bisa menjadi faktor tak terhindarkan. Namun, ada beberapa faktor penyebab lainnya yang masih bisa dihindari atau diminimalkan untuk mengurangi area titik buta. Berikut tips-tips menghindari blind spot saat berkendara.

  1. Cek kaca spion sebelum melakukan perjalanan dan lakukan atur ulang kaca sehingga bisa mengakomodasi jarak pandang yang lebih luas.
  2. Sebagai pengendara, perhatikan kaca spion kendaraan ketika berada di jalan raya. Terutama pada kondisi-kondisi rawan, seperti saat berbelok atau berpindah jalur. Pastikan tidak ada kendaraan lain di sekeliling mobil.
  3. Tambahkan head check atau shoulder check yang dilakukan dengan cara menengokkan kepala melalui jendela mobil sebelum bermanuver. Pemeriksaan ini diperlukan untuk memastikan kondisi sekitar kendaraan aman.
  4. Bunyikan klakson pendek ketika sedang mendahului atau menyalip kendaraan lain, untuk memberitahu kendaraan tersebut tentang keberadaan mobil kamu di blind spot mereka.
  5. Lebih waspada saat mengemudi di tempat rawan, seperti persimpangan, tikungan, perumahan, lokasi proyek, dan daerah padat bangunan.
  6. Kurangi muatan bagasi atau perhatikan penyusunannya agar tidak menumpuk dan menghalangi kaca belakang.
  7. Hindari memodifikasi ukuran spion mobil yang berpotensi mengurangi jarak pandang.

Itulah beberapa hubungan blind spot dan keamanan dalam berkendara, serta tips menghindari area blind spot selama berkendara. Dengan memahami beberapa hal di atas, maka kamu bisa lebih maksimal dalam berkendara dan sudah lolos uji kemampuan untuk menjadi mitra GrabCar.

Baca Juga: Komponen Mesin Mobil yang Bantu Berkendara Lebih Nyaman 

Bagi kamu yang tertarik untuk menjadi mitra GrabCar dan siap memberikan keamanan berkendara bagi penumpang, maka kamu bisa langsung melakukan pendaftaran melalui aplikasi resmi Grab dengan download Grab Driver. Setelah berhasil melakukan pendaftaran online, kamu akan mendapatkan SMS konfirmasi yang berisi undangan untuk proses verifikasi ke kantor cabang Grab terdekat. Pastikan kamu membawa dokumen yang dibutuhkan seperti KTP, SIM, STNK, dan SKCK untuk mempermudah proses verifikasi.

Jika verifikasi berhasil, maka hal selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah menyelesaikan training dan tes online sebelum kamu mengambil orderan GrabCar. 

Sumber:

  • https://wuling.id/id/blog/autotips/ketahui-apa-itu-blind-spot-yang-wajib-pengemudi-tahu
  • https://www.toyota.astra.co.id/corporate-information/news-promo/read/apa-yang-dimaksud-dengan-blind-spot-pada-kendaraan