Grab sets 2025 goals to use tech for good in Southeast Asia
Grab, Southeast Asia’s leading everyday super app, today announced its ‘Grab for Good’ social impact programme that aims to empower people in Southeast Asia to gain critical access - some for the first time - to technology, upskilling and digital services.
- Grab sets ‘Grab for Good’ 2025 goals to upskill and provide opportunities to more Southeast Asians in the digital economy
- ‘Tech for Good’ partnership with Microsoft to bridge the tech skills gap in Southeast Asia, with dedicated programmes for Grab’s driver-partners and their families
- Grab to roll out ‘Break the Silence’ regionally to create more opportunities for the deaf and hearing-impaired (Break the Silence) dalam lingkup regional untuk menciptakan lebih banyak kesempatan bagi teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran
- Company releases first social impact report; estimates a contribution of US$ 5.8 billion to Southeast Asia’s economy in the twelve months leading up to March 2019
JAKARTA, Indonesia – 24 September 2019 – Grab, everyday superapp terkemuka di Asia Tenggara, hari ini mengumumkan program kontribusi sosial miliknya bernama ‘Grab for Good’ yang bertujuan untuk memberdayakan lebih banyak masyarakat Asia Tenggara untuk menjangkau sejumlah akses krusial ke teknologi, peningkatan keterampilan dan layanan digital – yang bagi sebagian orang merupakan kesempatan pertama kalinya. Hal ini akan mendorong mereka untuk menjadi bagian dari ekonomi digital yang tengah tumbuh dengan pesat dan memberikan mereka lebih banyak pilihan serta kesempatan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.
By leveraging its technology, platform, and partnerships, Grab has set ambitious goals for its “Grab for Good” programme to be achieved by 2025:
- Meningkatkan inklusi dan literasi digital di Asia Tenggara: Untuk memastikan bahwa setiap orang, terlepas dari latar belakang atau kemampuan, dapat menikmati manfaat dari pertumbuhan ekonomi digital, Grab bertekad meningkatkan literasi digital dan inklusi bagi lebih dari 3 juta masyarakat Asia Tenggara pada tahun 2025 melalui kemitraan dengan pemerintah, perusahaan swasta dan organisasi nirlaba.
- Memberdayakan wirausahawan mikro dan bisnis skala kecil: Wirausahawan mikro merupakan inti dari model bisnis Grab, sementara bisnis skala kecil menjadi nadi dari perekonomian Asia Tenggara. Agar mereka dapat melakukan efisiensi biaya dan meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan teknologi, Grab akan membantu lebih dari 5 juta pebisnis tradisional dan Today, food delivery has become kecil, disamping 5 juta wirausahawan mikro yang telah tergabung dalam platform Grab untuk mendigitalisasi alur dan proses kerja mereka.
- Membangun angkatan kerja yang siap menyambut masa depan: 16% generasi muda di Asia Tenggara ingin bekerja di sektor teknologi masa depan[1]. Grab ingin melatih 20.000 siswa melalui inisiatif pengembangan talenta teknologi, bekerja sama dengan institusi pendidikan, lembaga nirlaba dan perusahaan teknologi terdepan.
Untuk mencapai misi-misi ini, Grab mengumumkan dua inisiatif unggulan di bawah program “Grab for Good”; sebuah pelatihan peningkatan keterampilan dan literasi digital yang bekerja sama dengan Microsoft, dan inisiatif “Mendobrak Sunyi”, yang memberikan kesempatan bagi teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran untuk dapat berpartisipasi lebih baik dalam ekonomi digital melalui ekosistem Grab.

Dua inisiatif ini merupakan permulaan dari rencana tahunan Grab untuk mendukung setiap orang dan bisnis skala kecil dengan kemampuan teknologi yang krusial, serta sebagai pembekalan agar bisa berkembang dalam ekonomi digital baru. Inisiatif lainnya akan diumumkan selanjutnya tahun ini (lihat Lampiran A).
“Asia Tenggara siap menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2030, namun pada kenyataannya tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk ikut tumbuh bersama Asia Tenggara yang tengah tumbuh. Jika sektor swasta secara aktif menciptakan program-program untuk komunitas lokal, maka teknologi dapat lebih dijangkau oleh lebih banyak orang, dan proses pembelajaran keterampilan-keterampilan baru dapat dengan segera mengubah kehidupan lebih banyak orang di Asia Tenggara,” jelas Anthony Tan, Group CEO & Co-founder, Grab.
Anthony Tan menambahkan, inti dari “Grab for Good” adalah membangun sebuah platform yang inklusif, dan telah menjadi komitmen kami untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan di setiap negara tempat kami beroperasi.”
Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto menjelaskan, “Industry 4.0 adalah usaha besar yang dapat meningkatkan ekonomi riil Indonesia sebesar 1-2 persen. Pertumbuhan ekonomi ini harus bisa dinikmati oleh setiap orang dari berbagai kalangan di Indonesia, mulai dari bisnis-bisnis skala kecil hingga masyarakat umum. Satu-satunya cara kita semua dapat meraih kesuksesan adalah dengan memastikan setiap pihak benar-benar menjalankan fungsinya, dan program Grab for Good ini merupakan sebuah komitmen nyata dari sektor swasta untuk menyediakan teknologi dan alat bantu yang diperlukan wirausahawan mikro dan bisnis skala kecil.”
Grab for Good: Social Impact Report 2018 - 2019
Program dampak sosial “Grab for Good” dikembangkan sesuai fokus Grab untuk meningkatkan kehidupan seluruh masyarakat Asia Tenggara selama 7 tahun Grab berdiri. Dalam laporan dampak sosial perdana yang diluncurkan hari ini, Grab mengestimasi jumlah kontribusi sebesar US$5,8 miliar atau lebih dari IDR81,5 triliun[2] terhadap perekonomian Asia Tenggara dalam 12 bulan terakhir (hingga Maret 2019). Perhitungan ekonomi sosial ini telah diverifikasi oleh KPMG sesuai dengan prosedur yang telah disepakati sebelumnya.
Lebih dari 9 juta wirausahawan mikro, atau sekitar 1 dari 70 masyarakat Asia Tenggara, telah mendapatkan penghasilan melalui platform Grab, dengan menjadi mitra pengemudi, mitra pengantaran, Today, food delivery has become ataupun agen. 21% mitra pengemudi Grab tidak memiliki pekerjaan sebelum bermitra dengan Grab, dan 31% mitra agen tidak memiliki sumber pendapatan sebelum bergabung dengan Grab-Kudo. Selain membuka peluang ekonomi, laporan ini juga menggarisbawahi bagaimana Grab telah membantu menciptakan akses yang lebih baik kepada layanan finansial dan pembayaran digital. Sejak Grab didirikan pada tahun 2012, Grab telah membantu lebih dari 1,7 wirausahawan mikro untuk membuka akun bank pertama mereka. Grab juga membantu mewujudkan masa depan non-tunai di Asia Tenggara. Tingkat pembayaran non-tunai dalam platform Grab 9x lebih tinggi dibandingkan dengan pembayaran non-tunai secara keseluruhan di Asia Tenggara.
Grab and Microsoft join hands to open new upskilling paths for millions of Southeast Asians
Sebagai bagian dari program ‘Grab for Good’, Grab mengumumkan kerja sama tingkat regional bersama dengan Microsoft yang akan membekali para pekerja dengan kemampuan teknologi yang dibutuhkan, agar dapat berkembang dalam ekonomi digital. 6,6 juta pekerja di enam negara besar Asia Tenggara[3] membutuhkan wawasan baru pada tahun 2028. Sekitar 41% dari mereka memiliki keterbatasan keterampilan Teknologi Informasi (TI) yang dibutuhkan dalam profesi-profesi baru[4].
Grab and Microsoft aim to plug the digital skills gap by committing their combined resources, expertise and capabilities, and are partnering to fulfill a shared vision to make the economic opportunities in technology and the digital economy accessible to all across Southeast Asia.
“Salah satu tantangan di berbagai negara di Asia Pasifik adalah tentang demokratisasi pendidikan. Kami percaya bahwa pendidikan harus dapat diakses oleh setiap orang, terutama, literasi digital dan teknologi. Hal ini mendorong inovasi, keterampilan memecahkan masalah menggunakan data, yang merupakan kunci menuju masa depan. Kami sangat senang dapat meluncurkan cara untuk mengembangkan tenaga kerja digital secara inklusif di berbagai negara di Asia Pasifik bersama dengan Grab, yang akan meningkatkan keterampilan generasi mendatang. Memberdayakan setiap orang dan setiap organisasi di dunia untuk mencapai lebih adalah misi yang mempengaruhi setiap langkah kami. Bersama Grab, kami membangun tenaga kerja terampil yang akan mengubah keluarga, komunitas, dan negara, untuk menciptakan dunia masa depan,” jelas Andrea Della Mattea, President, Microsoft in Asia Pacific.
“Seiring dengan tumbuhnya Asia Tenggara, kami berharap setiap orang juga dapat tumbuh bersama dan merasakan manfaat dari ekonomi digital yang tengah berkembang. Saya sangat bersemangat melihat mitra pengemudi Grab dan keluarga mereka akan memperoleh keterampilan baru dari berbagai kelas bersertifikasi dari Microsoft,” jelas Hooi Ling Tan, co-founder, Grab.
The partnership will cater to varying levels of digital literacy, and Grab and Microsoft will collaborate in three ways:
- Membangun keterampilan teknis bagi mahasiswa di perguruan tinggi di berbagai negara Asia Tenggara, untuk memastikan mereka siap untuk memasuki angkatan kerja saat ini dan di masa depan
- Grab dan Microsoft akan bekerja sama dengan universitas-universitas terpilih di Asia Tenggara untuk memberikan pelatihan bagi para mahasiswa dengan keterampilan teknis yang dibutuhkan di dunia nyata.
- Microsoft akan menyediakan akses terhadap konten, kurikulum, platform pembelajaran dan sertifikasi yang telah dikenal di berbagai bidang industri; sebagai tambahan dari penyediaan akses akan teknologi komprehensif seperti Azure for Education. Grab akan mendukung penerapan dari proses pembelajaran melalui studi kasus dan data yang relevan dengan industri terkait, juga berbagai pengalaman pembelajaran seperti hackathons dan beragam kesempatan magang.
- Grab dan Microsoft telah bekerja sama dengan Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung untuk menawarkan program sertifikasi milik Microsoft, dan lebih banyak universitas di Asia Tenggara akan turut bergabung dalam enam bulan kedepan.
- Memberdayakan mitra pengemudi dan keluarganya agar dapat berkembang dalam ekonomi digital melalui pengembangan keterampilan digital
- Mitra pengemudi Grab akan mendapatkan akses untuk mengikuti program sertifikasi literasi digital milik Microsoft melalui aplikasi mitra pengemudi Grab. Mereka bisa mengikuti pelatihan dasar, mencakup topik seperti ilmu komputer dasar, cara menggunakan Internet dan perangkat lunak penunjang produktivitas. Setelah menyelesaikan latihan ini, mitra pengemudi akan mendapatkan sertifikasi Microsoft secara cuma-cuma.
- Pada tahap pertama, pelatihan ini akan tersedia dalam Bahasa Inggris dalam modul GrabAcademy, sebuah platform pelatihan online dalam aplikasi mitra pengemudi Grab, dan bahasa lainnya akan tersedia tahun depan.
- Grab dan Microsoft juga akan bekerja sama dengan ASEAN Foundation dan Empire Code untuk menyediakan akses pelatihan ilmu komputer melalui platform FutureReadyASEAN untuk perorangan, khususnya anak-anak dan pasangan mitra pengemudi.
- Membuka jalur bagi mitra pengemudi untuk mengejar karir di bidang teknologi, dengan dukungan dari organisasi nirlaba global, Generation: You Employed
- Grab dan Microsoft akan membuka jalur bagi mitra pengemudi yang tertarik untuk mengejar karir di bidang teknologi, dengan dukungan dari Generation: You Employed, sebuah organisasi nirlaba global yang memiliki pendekatan ‘skilling-to-employment’. Program ini mencakup kurikulum dengan pendekatan praktik studi kasus, yang dirancang oleh Generation, dan menawarkan kesempatan untuk mendapatkan sertifikasi dalam kelas-kelas yang dikelola oleh Microsoft. Lulusan dari program ini akan mendapatkan kesempatan untuk diwawancarai oleh perusahaan rekanan Grab dan Microsoft untuk posisi khusus di bidang teknologi.
- Program percontohan yang diluncurkan di Singapura diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dari sekitar 100 mitra pengemudi, dan angkatan pertama akan dilatih pada Juni 2020. Program ini akan sejalan dengan inisiatif pemerintah Singapura bernama SkillsFuture untuk pengembangan angkatan kerja dan mendukung proses pembelajaran berkesinambungan yang relevan, sebagai bentuk dukungan komprehensif bagi mitra pengemudi Grab di Singapura. Inisiatif ini akan diluncurkan di negara lainnya menyusul evaluasi dari program percontohan ini.
Melayani lebih banyak penyandang disabilitas
Inti dari program ‘Grab for Good’ adalah memastikan bahwa setiap orang, terlepas dari latar belakang atau kemampuan yang mereka miliki, dapat merasakan manfaat dari ekonomi digital.

Mulai hari ini, Grab akan memperluas inisiatif ‘Mendobrak Sunyi’ (Break the Silence) ke Indonesia dan Singapura, serta mengembangkan lebih lanjut program yang telah berjalan di Malaysia dan Thailand ini. Grab memiliki lebih dari 500 mitra pengemudi Tuli dan berencana untuk menggandakan jumlah ini di tahun depan.
Dalam International Week of the Deaf (23-30 September), Grab mengumumkan kerja sama dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) di Indonesia, Malaysia Federation of the Deaf, Singapore Association of the Deaf, dan National Association of the Deaf Thailand untuk meningkatkan penerapan serta advokasi pentingnya inklusivitas untuk mendukung teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran di Asia Tenggara.
Bambang Prasetyo, Ketua DPP Gerkatin menyatakan, “Mendapatkan kesempatan bekerja dengan penghasilan yang cukup selalu menjadi tantangan bagi orang Tuli di Indonesia. Sering kali, kesempatan bekerja yang ada tidak menyediakan alternatif cara berkomunikasi selain lewat suara sehingga menyulitkan orang Tuli dalam mendapat pekerjaan. Kami sangat bersyukur perusahaan seperti Grab telah merangkul kami ke dalam platform mereka sehingga orang Tuli bisa menjadi mitra pengemudi, Today, food delivery has become (GrabFood) atau mitra pengiriman barang. Kerja sama dengan Grab Indonesia telah membantu memberdayakan orang Tuli sehingga lebih percaya diri dan mandiri secara ekonomi. Kami percaya, merupakan langkah penting bagi Indonesia guna mewujudkan bangsa yang lebih inklusif bagi semua.”
Peningkatan proses dan sejumlah fitur baru akan ditambahkan ke dalam aplikasi Grab untuk memudahkan mitra pengemudi berkomunikasi dengan para pelanggan, mendapatkan bantuan layanan pelanggan melalui fitur pesan instan khusus (lihat Lampiran B). Di Malaysia, Grab juga akan menciptakan Kamus Bahasa Isyarat untuk mengajarkan masyarakat cara berkomunikasi dengan teman Tuli melalui widget dalam aplikasi Grab. Selain itu, Grab juga akan melakukan serangkaian pelatihan bulanan untuk memastikan mitra pengemudi dapat melayani pelanggan penyandang disabilitas.
Al Kautsar Wirawan, mitra pengemudi Tuli dari Bandung menyatakan, “Saya diberhentikan oleh perusahaan tempat saya bekerja karena masalah pendengaran. Menemukan kesempatan kerja baru sangatlah sulit, sampai saya menemukan Grab. Saya telah menjadi mitra pengemudi selama lebih dari satu tahun dan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya. Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini dan senang melihat Grab terus berupaya untuk meningkatkan pengalaman berkendara kami melalui platformnya.”
Hooi Ling Tan mengatakan, “Hampir 800 penyandang disabilitas termasuk teman Tuli, cerebral palsy atau gangguan motorik, kini memiliki akses untuk mendapatkan penghasilan melalui platform Grab hari ini. Mereka tidak hanya melayani pelanggan kami sebagai mitra pengemudi, mitra pengiriman baik barang maupun makanan, tapi juga menjadi inspirasi bagi setiap orang yang mereka temui. Kegigihanlah yang telah membantu mereka menjadi mandiri secara finansial. Namun platform-platform inklusif seperti Grab yang tidak melakukan diskriminasi, dapat membantu membuka lebih banyak peluang ekonomi untuk mereka.”
Untuk mendukung kebutuhan penyandang disabilitas, Grab akan meluncurkan GrabGerak, sebuah layanan yang didedikasikan untuk pelanggan penyandang disabilitas, di dua kota baru di Indonesia. GrabGerak akan tersedia di Medan dan Semarang pada Desember 2019.
Layanan transportasi yang ditujukan bagi pelanggan dengan kebutuhan khusus juga tersedia di Singapura dan Thailand. Disebut GrabAssist di kedua negara ini, mitra pengemudi menjalani rangkaian pelatihan khusus yang mencakup cara melipat kursi roda, alat bantu jalan, scooter lipat, dan perangkat mobilitas lainnya, bantuan untuk pindah dari kursi roda ke dalam mobil, bahasa isyarat dasar untuk berkomunikasi dengan pelanggan Tuli mengenai arah dan tujuan, dan pelatihan kepekaan – untuk mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dikatakan.
LAMPIRAN A:
Inisiatif ‘Grab for Good’ lainnya akan diluncurkan pada akhir tahun 2019:
- Literasi digital dan inklusi bagi penduduk lanjut usia di Singapura
Grab juga memperluas misi memperkenalkan literasi digital, di luar jaringan mitranya. Grab mendukung pengelolaan 100 klinik digital untuk warga lanjut usia di Singapura, dalam kemitraan dengan Infocomm Media Development Authority, untuk mengajar dan memberdayakan mereka agar dapat menggunakan layanan online. Klinik-klinik ini, didukung oleh para relawan Grab, yang akan diadakan selama 1 tahun dan diperkirakan menjangkau 10.000 warga lanjut usia.
- Meningkatkan fungsi Jollijeeps tradisional melalui solusi digital
Usaha kecil dan menengah (UMKM) menjadi nadi Asia Tenggara, yang merupakan bagian terbesar dari seluruh bisnis yang ada di wilayah ini. Platform Grab dapat membantu UMKM dan wirausahawan mikro, yang terkadang menjalankan toko kelontong, untuk mendigitalisasi bisnis mereka dan tetap kompetitif. Hal ini mencakup menggunakan teknologi untuk menjalankan bisnis yang lebih efisien, dan memperluas bisnis mereka ke ranah online. Contohnya, Today, food delivery has become makanan dan minuman kecil yang telah merasakan pertumbuhan penjualan 2x lipat dalam satu tahun melalui GrabFood.
Di Filipina, Grab akan memberikan Jollijeeps tradisional (kedai makanan keliling) alat dan platform modern, termasuk akses ke layanan pesan-antar makanan GrabFood dan juga pembayaran non-tunai GrabPay, untuk membantu mereka bertumbuh dan bisa berkompetisi dengan restoran-restoran baru. Tahap pertama proyek Jollijeep ini akan dimulai pada Kuartal 4 2019 dan juga akan diterapkan ke bisnis tradisional lainnya.
LAMPIRAN B:
Mendobrak Sunyi: Fitur-fitur yang diciptakan bagi mitra pengemudi Tuli
Pertama diperkenalkan di Malaysia pada tahun 2018, program Mendobrak Sunyi milik Grab merupakan sebuah inisiatif yang didedikasikan untuk menciptakan peluang usaha bagi teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran. Berdasarkan masukan dari mitra pengemudi Tuli kami, Grab telah berhasil mengimplementasikan hal-hal di bawah ini yang dapat mendukung kebutuhan mereka:
- Pesan khusus untuk menginformasikan pelanggan dan penumpang bahwa mereka mendapatkan mitra pengemudi Tuli, meminta mereka menggunakan fitur GrabChat untuk berkomunikasi.
- Fitur pesan instan khusus bagi teman Tuli untuk mendapatkan dukungan dari tim Layanan Pelanggan di manapun mereka membutuhkan.
- Kartu petunjuk di dalam mobil atau di atas motor untuk memfasilitasi komunikasi non-verbal yang lebih baik antara pengemudi dan penumpang, mencakup permintaan yang sering ditemui seperti petunjuk arah, temperatur pendingin udara atau pembayaran parkir atau tol.
- Materi pelatihan mendalam dengan teks tambahan lokal serta bahasa isyarat untuk memastikan proses registrasi yang lebih mudah bagi teman Tuli.
- Kampanye edukasi publik untuk meningkatkan komunikasi yang lebih baik serta empati antara mitra pengemudi dan pelanggan, menyampaikan kemungkinan kesalahpahaman yang bisa terjadi dan meningkatkan kepercayaan terhadap teman Tuli untuk melakukan pekerjaan mereka dengan baik.
Grab berencana untuk menambah berbagai hal penting dalam program ini di tahun ini, termasuk:
- Informasi yang langsung muncul dalam aplikasi yang akan mengindikasikan bahwa mitra pengemudi tersebut Tuli. Saat ini pelanggan menerima notifikasi dalam fitur GrabChat.
- Menonaktifkan fitur telepon bagi teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran. Hal ini untuk menghindari pelanggan yang mencoba menghubungi mitra pengemudi Tuli dengan telepon.
- Petunjuk komunikasi dalam aplikasi yang menunjukkan cara berinteraksi dengan mitra pengemudi Tuli.
[1] World Economic Forum, ASEAN Youth: Technology, Skills and the Future of Work, August 2019
[2] Kurs USD1 = IDR14,060
[3] Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam
[4] Cisco: Technology and the future of ASEAN jobs, September 2018
Media Inquiries
Contact the Grab media teamFollow us on Grab social channels
Inside Grab
Explore Grab’s official blogEngineering Stories
Learn more about our technology developmentGrab Beta Launches GrabRewards to Make Rides Even More Rewarding
Grab today unveiled GrabRewards, Southeast Asia’s first regional loyalty programme for ride-hailing passengers, capping off a successful year for Southeast Asia’s leading ride-hailing company.
Grab Launches In-app Instant Messaging Service GrabChat for Ride-hailing across Southeast Asia
Grab today announced the availability of GrabChat, an instant messaging platform built within the app, across all its locations in Southeast Asia to provide a more seamless and speedier pickup to drivers and passengers.



