Tak Henti Melahap Lontong Balap

Janc*k! Kata yang akan terus didengar ketika pergi ke kota ini. Kalau lagi nggak musim hujan, cuacanya cukup membuat keringat mengucur deras. Suro dan Boyo, pertarungan 2 legenda yang akhirnya menciptakan nama sebuah kota. Selain terkenal dengan julukan kota Pahlawan, Surabaya juga terkenal dengan #CrazyRichSurabayan (para orang super kaya) dan juga menu-menu makanannya. 

 

“Pak, hapal jalan ke Lontong Balap Rajawali, kan?” ujarku ke bapak driver GrabCar. 

“Iya, di sini tuh yang paling terkenal Lontong Balapnya emang itu.” bapak driver menyambut dengan akses khas Surabaya-nya. 

“Kok bisa ya dari 1956 sampe sekarang masih diminati.” kataku penasaran.

“Soalnya rasanya gak pernah berubah, sama kayak cinta saya ke istri. Hehehe” jawaban bapak driver membuatku sedikit tergelitik. 

Perjalanan yang tak lama membuatku sampai di Jalan Rajawali, jadi sekarang tau kan kenapa namanya Lontong Balap Rajawali. Memang orang Indonesia itu simpel. Lebih simpel lagi penamaan Lontong Balapnya. Jadi lontong ini awalnya bernama Lontong Surabaya, pada tahun 1956. Tapi dulu penjualnya itu pakai pikulan dan berjalan cepat, sehingga berubah nama jadi Lontong Balap. Sungguh hal sederhana yang bisa mengubah banyak hal. 

Cukup sudah dengan penamaan, saatnya aku masuk ke dalam untuk merasakan bumbu dan lontong yang sudah siap diduetkan dengan apik. Warungnya seberang SPBU, jadi mudah untuk diingat. Di depannya sudah terpampang jelas tagline andalan mereka “Terkenal Rasa Tidak Berubah Sejak 1956” sungguh tagline yang sangat percaya diri. 

Sebenarnya aku pribadi kurang suka yang namanya lontong. Menurutku rasanya biasa aja dan gampang bikin kenyang, jadi habis makan lontong aku gak bisa makan jajanan lainnya. Tapi mungkin Lontong Balap bisa mengubah pikiran itu, atau mungkin yaa memang sama aja. 

Tak berlama-lama langsung pesan menu favorit di sini, tentu saja Lontong Balap. Dan ditemani es teh manis untuk melengkapinya. Pesanan dengan cekatan langsung diiyakan, harganya cukup terjangkau juga hanya Rp14.000 saja per porsi. Oh iya setelah melihat-lihat lagi aku memesan sate kerang dengan harga Rp6000 saja per porsi isinya 10 tusuk. 

“Silakan ini pesanannya” dengan yakin sang pelayan meletakkan semua pesananku. Hmmm dari tampilannya sih terlihat seperti Lontong sayur pada umumnya. Dengan susunan piramida bagian bawah kuah, disusul lontong, tauge, tahu dan bawang goreng. Walaupun begitu tetap tak menggugurkan rasa penasaran yang membuncah karena katanya ini enak banget. Kubuka handphone melakukan ritual sebelum makan, yaitu update di insta stories. 

Wakunya makan! Satu padu antara kuah, lontong, tauge, bawang goreng dan tahu yang dirasakan benar-benar juara. Rasanya gurih, taugenya juga enak banget. Aku bisa mendengar suara kriuk ketika memakannya. Perbedaan yang kentara dari lontong lainnya adalah, kuahnya yang mantap, taugenya yang sangat renyah, dan lontongnya sendiri yang gampang bikin kenyang. Tak lupa sate kerang yang ikut bersatu menambah kenikmatan makan ini. 

SPBU di seberang jalan menjadi pemandangan ketikan menikmati sang Lontong Balap. Masih banyak lagi makanan yang kita temui di Surabaya ini, dan aku sangat sangat menantikannya. Meski cuacanya sangat bikin gerah, tapi terobati dengan Lontong Balap yang ditutup dengan es teh manis. 

Sudah sekitar 63 tahun resepnya gak berubah, dan wajar saja 63 tahun tak ada rasa bosan yang dialami oleh orang-orang yang menikmatinya. Semua setia dengan apa yang disajikan oleh warung ini. Waktu yang tak sebentar, dan apakah akan terus bertahan? Nggak ada yang tau. 

Kututup semua rangkaian kunjungan warung ini dengan membayar apa yang sudah dipesan. Sekali lagi terlihat dari depan “Terkenal Rasa Tidak Berubah Sejak 1956” tertulis di atas warung ini. Dan sekali lagi aku percaya, siapapun yang ke warung ini, memesan makanan dengan resep yang tak tergerus waktu itu, lalu memakannya pasti akan ada kalimat yang terlempar setelah itu: Janc*k! Enak banget!

 

ALAMAT Jl. Rajawali Krembangan Timur 32A. Krembengan, Kota Surabaya, Jawa Timur, atau pesan di GrabFood

HARGA Kira-kira Rp14.000

DETAIL Buka setiap hari dari pukul 7 pagi sampai 5 sore

MENU REKOMENDASI Lontong Balap