Grab Indonesia – Jangan Asal Pakai! Ini Fungsi Lampu Hazard di Jalan

Bagi kamu yang sudah sering mengendarai mobil, pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan lampu hazard? Lampu ini berperan untuk membantu para pengendara dalam memberikan tanda darurat. Sayangnya, lampu ini justru sering disalahgunakan dan banyak juga pengendara yang tidak tahu fungsinya.

Kesalahan yang sering dilakukan pengendara adalah menggunakan lampu hazard saat hujan deras atau kondisi jalanan yang berkabut. Padahal, penggunaan tersebut justru salah bahkan bisa sangat berbahaya. Agar tidak salah dan bisa menggunakannya dengan tepat, ini dia beberapa hal penting yang perlu kamu tahu mengenai lampu hazard.

Apa itu Lampu Hazard?

Dilansir dari situs resmi Nissan Indonesia, lampu hazard adalah lampu yang menyala ketika kedua lampu sein kiri dan kanan berkedip di waktu bersamaan. Lampu hazard juga sering disebut sebagai lampu darurat, namun kondisi darurat yang dimaksudkan di sini nyatanya bukan termasuk pada kondisi hujan maupun berkabut.

Fungsi Lampu Hazard

Meski sangat mudah digunakan, lampu hazard memiliki aturan tersendiri ketika ingin digunakan. Berikut beberapa fungsi penggunaan lampu hazard dilansir dari situs resmi Hyundai Indonesia.

1. Digunakan saat keadaan darurat

Sesuai aturan Pasal 121 ayat 1 Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), dijelaskan bahwa setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, maupun syarat lainnya ketika kendaraan harus berhenti dalam keadaan darurat di jalan raya.

Oleh karena itu, ketika terjadi keadaan darurat dan kamu perlu berhenti di jalan raya, maka barulah kamu boleh menghidupkan lampu hazard kendaraanmu. Keadaan darurat yang dimaksud yaitu ketika kendaraan mogok, ketika terjadi kecelakaan lalu lintas, ataupun ketika sedang mengganti ban.

Baca Juga: Mau Ganti Ban? Ini 6 Tips Memilih Ban Mobil yang Tepat 

2. Sebagai tanda peringatan

Lampu hazard juga bisa digunakan sebagai tanda peringatan bagi pengendara lain. Ketika berkendara, terkadang ada kalanya kamu mengalami situasi yang darurat dan berisiko mengancam keselamatan, baik keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Misalnya ketika terjadi kecelakaan lalu lintas, tiba-tiba melihat orang menyeberang jalan, maupun kondisi lainnya yang mengharuskan kamu berhenti mendadak di tengah jalan.

Ketika mengalami kondisi tersebut dijalan, kamu bisa langsung menghidupkan lampu hazard untuk memberikan tanda peringatan kepada pengguna jalan lain khususnya yang ada di belakang kendaraan untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga: 4 Hal yang Harus Segera Dilakukan Jika Terlibat Kecelakaan Dijalan 

Kesalahan Penggunaan Lampu Hazard di Jalan

Setelah kamu mengetahui fungsi lampu hazard di atas, pastikan kamu tidak melakukan kesalahan dalam penggunaan lampu tersebut ketika di jalan. Berikut ini beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang ketika menggunakan lampu hazard dilansir dari situs resmi Hyundai Indonesia.

1. Digunakan saat cuaca buruk

Penggunaan lampu hazard saat kondisi jalan hujan maupun berkabut terkadang memang dimaksudkan agar pengendara lain berhati-hati. Namun nyatanya penggunaan lampu hazard justru membingungkan. Hal ini dikarenakan fungsi lampu sein menjadi hilang, sehingga saat kamu ingin berpindah haluan kanan atau kiri, pengendara lain akan sulit mendeteksi. Hal itulah yang sering memicu terjadinya kecelakaan di jalan.

Jika kondisi hujan, kamu hanya perlu menyalakan lampu kabut (fog lamp) atau lampu utama saja, sehingga penerangan pun akan membantu penglihatan serta menjadi peringatan bagi pengendara lain.

2. Isyarat ketika masuk terowongan

Masih banyak pengendara yang menyalakan lampu hazard ketika memasuki terowongan gelap untuk memberikan isyarat bagi pengendara lain bahwa ada kendaraan yang sedang melaju. Padahal, menyalakan lampu hazard dalam terowongan dapat mengganggu dan membuat bingung pengemudi lain yang ada di belakang. Ketika masuk ke dalam terowongan, kamu hanya perlu menyalakan lampu utama ataupun lampu senja ketika melewati terowongan yang gelap agar menjaga jarak pandang.

3. Digunakan untuk iring-iringan

Banyak pengemudi yang masih kurang paham dengan penggunaan lampu ini dan menyalakannya ketika sedang melakukan konvoi atau iring-iringan.  Padahal, ini justru membuat pengendara di belakang kebingungan. Jika ingin konvoi, kamu hanya tidak perlu menyalakan lampu hazard dan cukup menjaga jarak dan juga mengatur kecepatan agar tidak tertinggal oleh rombongan lainnya.

Itulah beberapa hal mengenai penggunaan lampu hazard yang tepat dan bisa kamu praktekkan mulai sekarang. Dengan mengetahui kegunaan dan fungsi lampu hazard dengan benar, kamu pun bisa dengan nyaman mengantar penumpang di belakang dan tentunya sudah masuk kriteria untuk daftar GrabCar.

Untuk mendaftar menjadi mitra GrabCar kamu bisa melakukan pendaftaran melalui website resmi Grab di https://register.grab.com/id atau download Aplikasi Grab. Setelah berhasil melakukan pendaftaran online, kamu akan mendapatkan SMS konfirmasi yang berisi undangan untuk proses verifikasi ke kantor cabang Grab terdekat. Pastikan kamu membawa dokumen yang dibutuhkan seperti KTP, SIM, dan STNK untuk mempermudah proses verifikasi.

Baca Juga: Daftar Menjadi Mitra Grab Secara Online, Sat Set Sat Set, Cuan di Tangan! 

Jika verifikasi berhasil, maka hal selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah menyelesaikan training dan tes online sebelum kamu mengambil orderan GrabCar.  Mudah bukan? Jadi tunggu apalagi? Daftar GrabCar sekarang dan berikan pelayanan terbaikmu demi hasilkan cuan maksimal.

Sumber:

  • https://nissan.co.id//artikel/artikel-features-and-tips/langkah-tepat-gunakan-lampu-hazard.html
  • https://www.hyundai.com/id/id/hyundai-story/articles/kapan-waktu-yang-tepat-menyalakan-lampu-hazard-0000000185
  • https://otoklix.com/blog/fungsi-lampu-hazard/