Langkah kecil hari ini berarti masa depan yang lebih hijau. Grab berkomitmen mengurangi 30% penggunaan plastik sekali pakai pada 2030, hingga mencapai nol sampah kemasan di 2040. Ayo bergerak bersama untuk bumi yang lebih hijau!
Bersama Mitra GrabMerchant, Grab Indonesia berkomitmen untuk berupaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dengan menggandeng Bestari Sustainability, kami menyusun Panduan Transisi Kemasan Berkelanjutan untuk menuju Nol Sampah Kemasan di 2040. Inisiatif ini juga menerima dukungan World Resources Institute (WRI) Indonesia sebagai mitra pengetahuan dalam pengembangannya.
Di dalam Panduan Transisi Kemasan Berkelanjutan, kamu bisa menemukan langkah-langkah praktis, teori singkat, serta daftar vendor yang menggunakan kemasan ramah lingkungan. Selain itu, dapatkan juga tips mudah untuk beralih dari kemasan plastik sekali pakai ke kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Disusun bersama Mitra GrabMerchant di berbagai kota, panduan ini dikembangkan melalui:
Lotek Tjihapit 1970 bukan hanya terkenal dengan lotek segar dan saus kacangnya yang khas, tapi juga pelopor ramah lingkungan. Bersama Grab, mereka mengganti kantong plastik dengan kantong kertas hingga menggunakan thinwall yang mampu didaur ulang untuk mengganti kemasan sachet. Langkah kecil ini menjaga tradisi sambil membawa warna baru untuk kuliner ramah lingkungan di Bandung.
Wing Emperor berangkat dari keresahan akan sampah plastik dan memilih memulai perubahan dari bisnisnya sendiri. Sebelumnya memakai lunch box berlaminasi plastik, kini mereka beralih ke lunch box kertas tanpa laminasi, bahkan menawarkan alat makan kayu bila diminta pelanggan. Di Bali, dengan adanya larangan kantong plastik sekali pakai, Wing Emperor tidak lagi memberikan kantong plastik.
Seblak Maknyos Mama Galih membuktikan bahwa kuliner kaki lima juga bisa ramah lingkungan. Awalnya menggunakan plastik sekali pakai, kini Mas Galih beralih lewat penggunaan kemasan yang dapat didaur ulang seperti wadah thinwall untuk makanan lewat program pilot Grab. Alat makan yang dipakai pun kini berbahan organik yang dapat kembali ke alam.
Sejak tahun 2017, Animo Bakery sudah mulai bertransisi ke kemasan ramah lingkungan. Didukung motivasi pemilik untuk mengurangi dampak lingkungan, mereka mengganti kemasan yang mudah terurai dengan bahan bagase, kertas hingga kayu. Meski sudah berjalan 8 tahun, Animo masih terus berupaya meningkatkan penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan karena beberapa plastik masih sulit dihindari sebab keterbatasan material pengganti dan kebutuhan daya tahan kemasan.
Encountering issues with Grab services? Contact Grab Support via:
* Help Center in the Grab app
* Website: help.grab.com
* Hotline: +62 21 2350 7042
Grab Indonesia will only contact you using the following numbers:
* Consumers & Driver-Partners: +62 21 2350 7078
* GrabMerchant Partners: +62 21 2350 7045
* Incident Response Team: +62 21 2350 7077
Directorate General of Consumer Protection and Trade Compliance
Ministry of Trade of the Republic of Indonesia
WhatsApp Ditjen PKTN: +62 853 1111 1010