{"id":75055,"date":"2019-12-02T11:07:19","date_gmt":"2019-12-02T03:07:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.grab.com\/id\/?p=75055"},"modified":"2019-12-30T15:54:57","modified_gmt":"2019-12-30T07:54:57","slug":"kisah-fajar-shiddiq-mitra-pengemudi-tuli-pertama-di-kota-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/blog\/kisah-fajar-shiddiq-mitra-pengemudi-tuli-pertama-di-kota-bandung\/","title":{"rendered":"Kisah Fajar Shiddiq, Mitra Pengemudi Tuli Pertama di Kota Bandung"},"content":{"rendered":"<p><b>Bandung, Desember 2019 \u2013 <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Keterbatasan bukan sebuah alasan untuk berpangku tangan. Setiap orang punya kesempatan, setiap orang punya hak untuk mencapai keinginan. Begitu pun dengan yang dilakukan Fajar Shiddiq. Teman tuli asal Bandung ini ingin bekerja layaknya orang biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fajar, pemuda yang ramah senyum ini, tidak pernah mengeluh dengan keterbatasannya. Meski tidak bisa mendengar, Fajar tahu dia masih memiliki kemampuan agar hidupnya mandiri. Oleh karena itu, dia selalu berusaha bekerja untuk menghidupi diri sendiri dan membantu perekonomian orang tuanya. Menyambut Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember 2019, kisah Fajar bisa jadi inspirasi bagi kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fajar yang kini berusia 27 tahun adalah salah seorang mitra pengemudi GrabCar di Bandung. Sebelum bergabung dengan Grab, dia pernah bekerja di butik selama satu tahun. Dia bertugas memotong kain dan semacamnya. Namun, karena merasa tidak cocok dan penghasilannya terasa kurang, dia memilih berhenti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah keluar, Fajar mencari pekerjaan di tempat lain. Namun, dia selalu ditolak. Bahkan, selama satu tahun dia tidak memiliki pekerjaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cAwalnya saya sudah mencari kerja ke banyak tempat, tapi selalu ditolak. Saya bingung. Kemudian, waktu itu, saya dapat info dari Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) soal kesempatan kerja di Grab. Mereka tahu kemampuan menyetir saya sangat baik,\u201d ujar Fajar dengan menggunakan bahasa isyarat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fajar pun mendiskusikan hal tersebut dan meminta restu orang tuanya. Meskipun tahu risiko bekerja di jalanan, namun Fajar tetap bertekad untuk bekerja sebagai mitra pengemudi Grab karena ingin membantu sesama dan mendorong perekonomian untuk mendapat kehidupan yang lebih layak. Orang tua Fajar mengizinkannya bekerja di Grab dengan satu syarat: hati-hati.\u00a0 Dia pun tidak merasa khawatir bekerja mengemudikan mobil karena sudah terbiasa sejak dulu. Setelah melamar dan 3 bulan menunggu, Fajar resmi menjadi mitra GrabCar pada Juli 2019.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fajar menjadi teman tuli pertama yang menjadi mitra GrabCar di Bandung. Fajar bersyukur karena disabilitas seperti dirinya diberikan kesempatan bekerja menjadi mitra pengemudi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah bekerja sebagai mitra GrabCar, Fajar mengaku mengalami perubahan, terutama keberanian untuk berkomunikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cDulu, waktu saya belum kerja di Grab, kadang-kadang saya merasa kurang percaya diri. Kalau bertemu orang juga khawatir salah ngomong, takut salah paham. Tapi, setelah masuk Grab, saya jadi berpikir, tidak apa-apa, meskipun saya tuli, saya tetap harus berani untuk berkomunikasi. Apalagi saya punya tanggung jawab agar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> selamat sampai tujuan, jadi saya harus berani,\u201d tutur lelaki yang senang berolahraga ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, Fajar merasa bekerja sebagai mitra Grab cukup mudah. \u201cKetika saya dapat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">orderan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menjemput <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, saya langsung berangkat menjemputnya,\u201d tuturnya dengan bantuan gerak isyarat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, Fajar sadar akan kemungkinan kesulitan berkomunikasi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, maka dia selalu mengatakan kepada setiap penumpangnya, \u201c\u2019Maaf saya enggak bisa dengar. Jadi, kalau mau komunikasi bisa duduk di depan\u2019. Saya juga tempel poster (berisi informasi bahwa saya tuli dan informasi lainnya) di mobil saya, supaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> paham.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di sisi lain, menanggapi perbedaan antara dirinya dengan mitra lain, Fajar mengaku tidak pernah mempersoalkannya. Fajar mengaku kenyamanan dan kebermanfaatan dirinya untuk orang lain adalah hal utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSaya merasa nyaman dengan pekerjaan ini. Yang penting saya juga berhasil mendapatkan nafkah dari Grab,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fajar\u00a0 sendiri tidak pernah mengambil risiko dalam berkendara. Dia lebih memilih keselamatan penumpangnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSaya biasanya tidak salip-menyalip. Saya biasanya berusaha bersabar saja. Yang penting saya dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> selamat sampai tujuan. Menurut saya, pengguna jalan pun harus sopan, tidak usah berebut jalan. Saya sendiri menghindari hal itu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah bekerja menjadi mitra layanan roda empat ini, Fajar, yang bekerja mulai pukul 5 pagi hingga Maghrib ini, mengaku terbantu secara ekonomi. Hasil jerih payahnya itu dia pakai untuk keperluan sehari-hari, membantu orang tua, ditabung untuk menikah, dan membuat usaha lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kini, Fajar sedang berupaya mewujudkan salah satu mimpinya, yakni membuat Kopi Tuli. Nantinya, selain menjadi tempat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ngopi, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tempat tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar bahasa isyarat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSaya ingin memiliki usaha Kopi Tuli. Kebetulan di Bandung belum ada Kopi Tuli. Saya juga sedang mencari tempatnya. Di sana, orang-orang juga bisa belajar bahasa isyarat,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bekerja menjadi mitra GrabCar membawa Fajar ke berbagai pengalaman menarik. Tidak sedikit yang terkejut ketika bertemu Fajar, banyak juga yang membuat Fajar terkejut atas sikap para penumpangnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-75056 size-large\" src=\"https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/02110601\/FER02134-700x467.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"467\" srcset=\"https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/02110601\/FER02134-700x467.jpg 700w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/02110601\/FER02134-250x167.jpg 250w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/02110601\/FER02134-768x512.jpg 768w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/02110601\/FER02134-120x80.jpg 120w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cDulu ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Dia sadar bahwa saya tuli. Jadi, selama perjalanan, dia hanya diam. Akhirnya saya coba komunikasi. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">-nya kaget. Akhirnya kami komunikasi, tapi saya minta komunikasinya pelan-pelan. Setelah sampai di tujuan, dia bilang terima kasih menggunakan bahasa isyarat. Saya kaget. \u2018Kok bisa?\u2019 tanya saya, dia bilang, \u2018Kan saya melihat posternya\u2019,\u201d tutur Fajar sembari tersenyum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hal itu membuat Fajar terharu dan senang karena penumpangnya berusaha mempelajari bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengannya. Dia pun berharap semakin banyak orang yang mau mempelajari bahasa isyarat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, penumpangnya pun tidak jarang merasa heran dan kaget ketika mereka buru-buru dan kondisi jalan macet, tapi Fajar bisa membawa mereka sampai tepat waktu melalui jalan alternatif. Fajar mengatakan, dirinya sudah hafal jalan-jalan di Bandung sejak SMA. Dia pun menunjukkan jempolnya kepada penumpang tersebut, tanda semuanya aman terkendali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selama 3 bulan bekerja di Grab, Fajar mengatakan, \u201cSaya merasa Grab itu bisa menyatukan teman-teman se-Indonesia. Saya harap Grab tetap tidak membeda-bedakan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Rencana ke depan, Fajar masih akan bekerja sebagai mitra GrabCar. Selain itu, dia berharap semua masyarakat mengetahui informasi mengenai tuli, supaya semuanya bisa bekerja sama. \u201cDan saya harap pengangguran di Indonesia menurun,\u201d katanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk memperluas misi Grab untuk memastikan setiap orang dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital, terlepas dari kondisi mereka, Grab memperkenalkan program <\/span><b>\u2018Mendobrak Sunyi\u2019 <\/b><span style=\"font-weight: 400\">bekerja sama dengan GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) pada September lalu, dengan menawarkan kesempatan bagi teman Tuli menjadi mitra pengemudi Grab. Grab ingin memberikan kesempatan bagi teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran untuk dapat berpartisipasi lebih baik dalam ekonomi digital melalui ekosistem Grab. Ada banyak pembaharuan dari sistem teknologi Grab seperti fitur bantuan khusus, materi pelatihan menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">subtitle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan juga alat bantu komunikasi di dalam mobil dan di atas motor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fajar merupakan salah satu dari jutaan mitra pengemudi Grab yang meraih impiannya demi membahagiakan orang tersayang. Saat ini, Grab menyediakan layanan dengan jangkauan terluas di Asia Tenggara di 338 kota yang tersebar di 8 negara dengan lebih dari 152 juta unduhan aplikasi, termasuk Indonesia tempat Grab beroperasi di 224 kota dari Sabang hingga Merauke.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Khusus di kota Bandung, data menunjukkan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Grab berkontribusi sebesar Rp 10.1 triliun pada tahun 2018. Kontribusi terbesar dihasilkan oleh GrabBike dengan nilai Rp 4,59 triliun, yang selanjutnya disusul oleh GrabFood dengan nilai kontribusi sebesar Rp 3,76 triliun. GrabBike dan GrabCar juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja di Kota Bandung. Sebelum bermitra dengan Grab, 38% mitra GrabBike, dan 39% mitra GrabCar tidak memiliki sumber penghasilan sama sekali.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Bandung, Desember 2019 \u2013 Keterbatasan bukan sebuah alasan untuk berpangku tangan. Setiap orang punya kesempatan, setiap orang punya hak untuk mencapai keinginan. Begitu pun dengan yang dilakukan Fajar Shiddiq. Teman tuli asal Bandung ini ingin bekerja layaknya orang biasa. Fajar, pemuda yang ramah senyum ini, tidak pernah mengeluh dengan keterbatasannya. Meski tidak bisa mendengar, Fajar [&hellip;]","protected":false},"author":643,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[23,21,347],"tags":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75055"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/643"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=75055"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75055\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":75060,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75055\/revisions\/75060"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=75055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=75055"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=75055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}