{"id":74559,"date":"2019-11-12T12:14:25","date_gmt":"2019-11-12T04:14:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.grab.com\/id\/?p=74559"},"modified":"2019-11-19T15:08:47","modified_gmt":"2019-11-19T07:08:47","slug":"tak-henti-melahap-lontong-balap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/blog\/tak-henti-melahap-lontong-balap\/","title":{"rendered":"Tak Henti Melahap Lontong Balap"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Janc*k! Kata yang akan terus didengar ketika pergi ke kota ini. Kalau lagi nggak musim hujan, cuacanya cukup membuat keringat mengucur deras. Suro dan Boyo, pertarungan 2 legenda yang akhirnya menciptakan nama sebuah kota. Selain terkenal dengan julukan kota Pahlawan, Surabaya juga terkenal dengan #CrazyRichSurabayan (para orang super kaya) dan juga menu-menu makanannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cPak, hapal jalan ke Lontong Balap Rajawali, kan?\u201d ujarku ke bapak driver GrabCar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cIya, di sini tuh yang paling terkenal Lontong Balapnya emang itu.\u201d bapak driver menyambut dengan akses khas Surabaya-nya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cKok bisa ya dari 1956 sampe sekarang masih diminati.\u201d kataku penasaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSoalnya rasanya gak pernah berubah, sama kayak cinta saya ke istri. Hehehe\u201d jawaban bapak driver membuatku sedikit tergelitik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perjalanan yang tak lama membuatku sampai di Jalan Rajawali, jadi sekarang tau kan kenapa namanya Lontong Balap Rajawali. Memang orang Indonesia itu simpel. Lebih simpel lagi penamaan Lontong Balapnya. Jadi lontong ini awalnya bernama Lontong Surabaya, pada tahun 1956. Tapi dulu penjualnya itu pakai pikulan dan berjalan cepat, sehingga berubah nama jadi Lontong Balap. Sungguh hal sederhana yang bisa mengubah banyak hal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Cukup sudah dengan penamaan, saatnya aku masuk ke dalam untuk merasakan bumbu dan lontong yang sudah siap diduetkan dengan apik. Warungnya seberang SPBU, jadi mudah untuk diingat. Di depannya sudah terpampang jelas tagline andalan mereka \u201cTerkenal Rasa Tidak Berubah Sejak 1956\u201d sungguh tagline yang sangat percaya diri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-74564 size-large\" src=\"https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/11\/19150239\/Lontong-Balap-Rajawali-Food-Details-1-700x700.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/11\/19150239\/Lontong-Balap-Rajawali-Food-Details-1-700x700.jpg 700w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/11\/19150239\/Lontong-Balap-Rajawali-Food-Details-1-150x150.jpg 150w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/11\/19150239\/Lontong-Balap-Rajawali-Food-Details-1-250x250.jpg 250w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/11\/19150239\/Lontong-Balap-Rajawali-Food-Details-1-768x768.jpg 768w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/11\/19150239\/Lontong-Balap-Rajawali-Food-Details-1-120x120.jpg 120w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebenarnya aku pribadi kurang suka yang namanya lontong. Menurutku rasanya biasa aja dan gampang bikin kenyang, jadi habis makan lontong aku gak bisa makan jajanan lainnya. Tapi mungkin Lontong Balap bisa mengubah pikiran itu, atau mungkin yaa memang sama aja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tak berlama-lama langsung pesan menu favorit di sini, tentu saja Lontong Balap. Dan ditemani es teh manis untuk melengkapinya. Pesanan dengan cekatan langsung diiyakan, harganya cukup terjangkau juga hanya Rp14.000 saja per porsi. Oh iya setelah melihat-lihat lagi aku memesan sate kerang dengan harga Rp6000 saja per porsi isinya 10 tusuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSilakan ini pesanannya\u201d dengan yakin sang pelayan meletakkan semua pesananku. Hmmm dari tampilannya sih terlihat seperti Lontong sayur pada umumnya. Dengan susunan piramida bagian bawah kuah, disusul lontong, tauge, tahu dan bawang goreng. Walaupun begitu tetap tak menggugurkan rasa penasaran yang membuncah karena katanya ini enak banget. Kubuka handphone melakukan ritual sebelum makan, yaitu update di insta stories.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Wakunya makan! Satu padu antara kuah, lontong, tauge, bawang goreng dan tahu yang dirasakan benar-benar juara. Rasanya gurih, taugenya juga enak banget. Aku bisa mendengar suara kriuk ketika memakannya. Perbedaan yang kentara dari lontong lainnya adalah, kuahnya yang mantap, taugenya yang sangat renyah, dan lontongnya sendiri yang gampang bikin kenyang. Tak lupa sate kerang yang ikut bersatu menambah kenikmatan makan ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-74563 size-large\" src=\"https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/11\/19150236\/Lontong-Balap-Rajawali-Food-Prep-1-700x700.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/11\/19150236\/Lontong-Balap-Rajawali-Food-Prep-1-700x700.jpg 700w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/11\/19150236\/Lontong-Balap-Rajawali-Food-Prep-1-150x150.jpg 150w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/11\/19150236\/Lontong-Balap-Rajawali-Food-Prep-1-250x250.jpg 250w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/11\/19150236\/Lontong-Balap-Rajawali-Food-Prep-1-768x768.jpg 768w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/11\/19150236\/Lontong-Balap-Rajawali-Food-Prep-1-120x120.jpg 120w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">SPBU di seberang jalan menjadi pemandangan ketikan menikmati sang Lontong Balap. Masih banyak lagi makanan yang kita temui di Surabaya ini, dan aku sangat sangat menantikannya. Meski cuacanya sangat bikin gerah, tapi terobati dengan Lontong Balap yang ditutup dengan es teh manis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sudah sekitar 63 tahun resepnya gak berubah, dan wajar saja 63 tahun tak ada rasa bosan yang dialami oleh orang-orang yang menikmatinya. Semua setia dengan apa yang disajikan oleh warung ini. Waktu yang tak sebentar, dan apakah akan terus bertahan? Nggak ada yang tau.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kututup semua rangkaian kunjungan warung ini dengan membayar apa yang sudah dipesan. Sekali lagi terlihat dari depan \u201cTerkenal Rasa Tidak Berubah Sejak 1956\u201d tertulis di atas warung ini. Dan sekali lagi aku percaya, siapapun yang ke warung ini, memesan makanan dengan resep yang tak tergerus waktu itu, lalu memakannya pasti akan ada kalimat yang terlempar setelah itu: Janc*k! Enak banget!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>ALAMAT <\/b><b>Jl. Rajawali Krembangan Timur 32A. Krembengan, Kota Surabaya, Jawa Timur<\/b><b>, atau pesan di GrabFood<\/b><\/p>\n<p><b>HARGA Kira-kira Rp14.000<\/b><\/p>\n<p><b>DETAIL Buka setiap hari dari pukul 7 pagi sampai 5 sore<\/b><\/p>\n<p><b>MENU REKOMENDASI Lontong Balap<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Janc*k! Kata yang akan terus didengar ketika pergi ke kota ini. Kalau lagi nggak musim hujan, cuacanya cukup membuat keringat mengucur deras. Suro dan Boyo, pertarungan 2 legenda yang akhirnya menciptakan nama sebuah kota. Selain terkenal dengan julukan kota Pahlawan, Surabaya juga terkenal dengan #CrazyRichSurabayan (para orang super kaya) dan juga menu-menu makanannya.\u00a0 &nbsp; \u201cPak, [&hellip;]","protected":false},"author":782,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[23,391],"tags":[448,449,271],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74559"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/782"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=74559"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74559\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":74568,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74559\/revisions\/74568"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=74559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=74559"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=74559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}