{"id":74082,"date":"2020-01-07T00:27:42","date_gmt":"2020-01-06T16:27:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.grab.com\/id\/?p=74082"},"modified":"2020-01-17T12:43:55","modified_gmt":"2020-01-17T04:43:55","slug":"awas-oseng-mercon-bu-narti-nagih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/blog\/awas-oseng-mercon-bu-narti-nagih\/","title":{"rendered":"Hati-hati, Oseng Mercon Bu Narti, Nagih!"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Seketika lampu kota menyala, dan sudut kota pun bercerita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kendaraan kayuh mewarnai alun-alun beringin kembar. Angkringan digelar jadi wadah buat yang butuh bicara untuk saling paham. Serunya malam dimulai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jogja selalu istimewa dengan caranya sendiri. Tak ada keraguan untuk berbeda. Percaya diri dengan keunikannya sendiri. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Seperti dalam perkulineran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Meski Jogja lebih terkenal dengan kuliner manis, jangan bengong kalau lagi jalan ke area Ahmad Dahlan, bertemu palang bertema Oseng Mercon.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tak masalah, pedas adalah rasa yang minoritas. Karena buktinya, tempat ini selalu dipadati oleh penggemar sejati pedas. Bahkan sudah lumayan pengikutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Butuh naikin adrenalin? Giringlah langkah ke sana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam bahasa Jawa, mercon berarti petasan. Pas menggambarkan rasa masakan Oseng Mercon Bu Narti. Yang artinya oseng-oseng ini bisa meledakkan lidah saat disantap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sementara \u201cOseng\u201d sebenarnya adalah cara memasaknya yang hanya menggunakan sedikit minyak, tapi akan menemukan banyak kandungan lemak dalam hasil masaknya.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-74089 size-large\" src=\"https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003137\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Ambience-1-700x700.png\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003137\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Ambience-1-700x700.png 700w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003137\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Ambience-1-150x150.png 150w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003137\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Ambience-1-250x250.png 250w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003137\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Ambience-1-768x768.png 768w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003137\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Ambience-1-120x120.png 120w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003137\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Ambience-1.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Oseng Mercon Bu Narti disebut-sebut sebagai pelopor oseng mercon di Yogyakarta. Populer sejak awal menjajakan masakannya di tahun 1998, berlawanan dengan apa yang tren di kotanya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat ini warung Oseng Mercon Bu Narti dikelola oleh puterinya. Jam bukanya masih sama, dari sore sampai malam hari. Semakin malam biasanya malah semakin ramai angkringannya dipadati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Oseng-Oseng Mercon Bu Narti menjadi buruan mereka yang hobi jeroan. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Konon dalam seharinya bisa sampai 50Kg koyoran diolah dan dicampur dalam 6-10 Kg cabe rawit.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Khusus penggemar sejati makanan pedas, boleh coba datang di malam minggu. Sebab, Bu Narti akan menambah jumlah cabai yang dipakainya, hanya pada saat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Wuihh. Dengarnya saja sudah keringatan.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-74092 size-large\" src=\"https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003319\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Food-Prep-2-700x700.png\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003319\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Food-Prep-2-700x700.png 700w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003319\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Food-Prep-2-150x150.png 150w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003319\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Food-Prep-2-250x250.png 250w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003319\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Food-Prep-2-768x768.png 768w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003319\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Food-Prep-2-120x120.png 120w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003319\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Food-Prep-2.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam proses memasaknya, digunakan bahan-bahan lemak seperti tetelan daging atau koyor sapi yang diiris kecil, <\/span><span style=\"font-weight: 400\">kikil, gajih, kulit, dan tulang yang ditumis. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Diaduk bersama racikan cabai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bumbu cabainya terdiri dari cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, jahe hingga daun lengkuas dan daun salam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada kira-kira 8 menu oseng yang bisa dipilih. \u201cJangan ragu cobain yang mana pun, karena nanggung, sudah sampai sini.\u201d bisikku dalam hati.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-74090 size-large\" src=\"https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003208\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Food-Detail-2-700x700.png\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003208\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Food-Detail-2-700x700.png 700w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003208\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Food-Detail-2-150x150.png 150w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003208\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Food-Detail-2-250x250.png 250w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003208\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Food-Detail-2-768x768.png 768w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003208\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Food-Detail-2-120x120.png 120w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/12\/11003208\/Oseng-Mercon-Bu-Narti-Food-Detail-2.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagaimana makannya? Kalem, jangan buru-buru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di atas tikar anyam panjang, ku tarik napas dalam-dalam&#8230; sebelum menyendokkan untuk pertama kalinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Racikan yang sederhana tapi sensasi rasanya bikin lidah terkejut! Hati-hati pedasnya meledak di mulut kayak mercon yang tersulut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kulepas pedasnya dengan guyuran air segar, dan membiarkannya dulu hilang, ditelan malam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teman-teman di sekitaran tertawa terbahak-bahak. Tapi paling tidak salut, karena undangan cobain oseng mercon kusambut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pedasnya luar biasa! Bukan main-main. Paling tidak, buatku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perlahan lidah pun terbiasa, dan kuping tak lagi berdengung karena sudah beradaptasi dengan pedasnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Oseng Mercon semakin afdol jika dipadukan dengan tambahan seperti ayam, telur, tahu atau tempe. Dan semakin sedap betul dibarengi dengan nasi yang asapnya masih mengepul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kalau membuat nagih, tapi punya persoalan kolesterol juga mesti hati-hati. Jangan digas ya, secukupnya saja.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kalau tidak tahan pedas, tapi penasaran ingin ke sini, nggak perlu khawatir karena disediakan menu lainnya selain oseng-oseng mercon.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pilihan di antaranya, ada Ayam Goreng atau Bakar, Lele Goreng atau Bakar, Burung Dara Goreng atau Bakar, Bebek Goreng atau Bakar, Puyuh Goreng atau Bakar, Iso, Babat, Rempelo Ati dan Kepala Ayam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Harganya juga manis, mulainya dari 10 ribu. Minuman yang ditawarkan, ada es teh manis dan es jeruk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Suasana lesehannya enak, bisa selonjoran. (Jangan dibuat guling-guling kalau kepedasan!) Penjualnya juga ramah. Jadi secara keseluruhan, pelayanannya menyenangkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tidak berapa jauh dari kawasan Nol Kilometer, lokasi Oseng Mercon Bu Narti tepat di Gang Purwodiningratan. Walau di sepanjang jalannya, mulai berjamur masakan oseng, tapi jelas terpampang spanduk Oseng Mercon Bu Narti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">ALAMAT Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Yogyakarta, atau pesan di GrabFood<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">HARGA Kira-kira Rp15.000 per porsi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">DETAIL Buka setiap hari dari pukul 5 sore sampai 11 malam<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">MENU REKOMENDASI Oseng-oseng Mercon<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Oseng Mercon kedengarannya horor. Tapi saking pedasnya jadi komedi yang bikin bahagia! Berani coba? Ayo ke Yogyakarta.","protected":false},"author":781,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[23,356],"tags":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74082"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/781"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=74082"}],"version-history":[{"count":15,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74082\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":74168,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74082\/revisions\/74168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=74082"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=74082"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=74082"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}