{"id":73159,"date":"2019-10-25T15:23:50","date_gmt":"2019-10-25T07:23:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.grab.com\/id\/?p=73159"},"modified":"2019-10-28T11:10:54","modified_gmt":"2019-10-28T03:10:54","slug":"pelanggan-itu-keluarga-bukan-raja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/food-blog\/merchant-story\/pelanggan-itu-keluarga-bukan-raja\/","title":{"rendered":"Pelanggan itu Keluarga, Bukan Raja"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>Kisah Sate DJ, Kuliner Lokal Favorit Warga Bandung yang Tak Lekang oleh Teknologi<\/p><\/blockquote>\n<p><b>Bandung, October 2019<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> \u2013 Sate, siapa yang tak tahu dengan makanan tradisional yang ada sejak abad ke-19 ini? Ya, sate memang merupakan salah satu kuliner lokal favorit orang yang selalu menggugah selera.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagaimana tidak, aroma asapnya saja sudah membuat kita menelan ludah dan membuat perut berbunyi minta diisi. Apalagi jika sudah membayangkan sepiring sate yang masih mengeluarkan asap, ditaburi irisan bawang goreng, kecap, potongan acar segar, olahan sambal pedas, dan dihidangkan dengan nasi atau lontong saat sore atau malam hari. Lalu dilengkapi dengan secangkir teh manis hangat!<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Selain enak, olahan daging ini sangat cocok disantap bersama teman maupun keluarga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di zaman kiwari, sate tidak hanya disajikan pedagang keliling maupun kaki lima. Di luar itu, sate dihidangkan di resepsi pernikahan, upacara adat, pertemuan tokoh, restoran kelas atas, bahkan ada rumah makan yang menu utamanya adalah sate. Hal ini menunjukkan bahwa kuliner lokal satu ini sangat diminati berbagai kalangan di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu rumah makan yang menu utamanya sate adalah Rumah Makan Sate DJ. Uniknya, rumah makan yang berada di Jalan Jenderal Sudirman nomor 276, Kota Bandung ini, hanya satu-satunya di Indonesia yang tidak membuka cabang, dan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">omzet setiap harinya rata-rata mencapai Rp23 juta dan sebulannya bisa mencapai ratusan juta rupiah. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Bagaimana bisa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pemilik Sate DJ, Muhammad Munip, menceritakan tentang perjalanan usaha sate keluarga yang berdiri sejak tahun 1984 ini. Awalnya, kata Munip, Sate DJ adalah sate Madura pada umumnya yang memakai bumbu kacang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cDari tahun 1984 itu masih sate biasa, masih sate ayam bumbu kacang. Baru pada 2004, kami ubah konsep. Dan sejak itu, Sate DJ dikenal dengan sate tanpa bumbu kacangnya. Bumbu kacang itu kami ganti dengan bumbu rahasia,\u201d ujar Munip.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Daging yang diolah menjadi sate di Sate DJ terdiri atas tiga macam yakni ayam, kambing, dan sapi. Masing-masing menu tersebut berbumbu asin, asin pedas sedang, dan asin pedas banget. Selain sate, Rumah Makan Sate DJ menyediakan soto ayam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Munip mengatakan, salah satu alasan dirinya tidak membuka cabang adalah untuk mempertahankan keautentikan Sate DJ. \u201cYa, jadi orang-orang cukup tahu saja bahwa Sate DJ hanya ada di Jalan Jenderal Sudirman Bandung, tidak di tempat lain.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan begitu, orang-orang akan berusaha menikmati langsung hidangan sate dari sumber utama. Hal itu diakui sebagai salah satu cara agar tetap memikat pelanggan setia.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-73165 size-large\" src=\"https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/10\/25152009\/Sate-Ayam-Pedas-Sedang-salah-satu-menu-RM-Sate-DJ-1-700x560.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"560\" srcset=\"https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/10\/25152009\/Sate-Ayam-Pedas-Sedang-salah-satu-menu-RM-Sate-DJ-1-700x560.jpg 700w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/10\/25152009\/Sate-Ayam-Pedas-Sedang-salah-satu-menu-RM-Sate-DJ-1-250x200.jpg 250w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/10\/25152009\/Sate-Ayam-Pedas-Sedang-salah-satu-menu-RM-Sate-DJ-1-768x615.jpg 768w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/10\/25152009\/Sate-Ayam-Pedas-Sedang-salah-satu-menu-RM-Sate-DJ-1-120x96.jpg 120w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, ada juga rahasia lainnya, di mana Munip memaknai pelanggan bukan sebagai raja, melainkan keluarga. \u201cMenurut saya pelanggan itu adalah keluarga. Jadi, kami memberikan kenyamanan untuk keluarga, sehingga keluarga itu tidak akan jauh-jauh. Hal itu kami terapkan dari segi pelayanan dan kenyamanan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, Munip tidak menampik, saat ini teknologi sangat berpengaruh terhadap kelangsungan usaha kuliner. Cara-cara yang telah Munip lakukan harus dikolaborasikan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk bekerja sama dengan GrabFood agar dapat memasarkan produknya lebih luas melalui aplikasi Grab. Hal itu terbukti dengan meningkatnya omzet dan produksi sate dari Sate DJ.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cWaktu itu ada perwakilan dari tim GrabFood ke sini, menawarkan ke kami untuk bergabung. Saya tentu tertarik karena juga tidak ingin ketinggalan dengan usaha kuliner lain yang sudah bergabung ke layanan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">,\u201d ujar bapak satu anak ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Munip mengaku, sebelum bekerja sama dengan Grab, setiap harinya, Sate DJ hanya menjual 10.000 tusuk. Namun, setelah menjadi mitra <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Today, food delivery has become<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> GrabFood, rata-rata 15.000 tusuk sate habis terjual dalam sehari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bisnis kuliner dengan aplikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, kata Munip, ternyata lebih menjanjikan. Berbagai perubahan positif ia dapatkan setelah bekerja sama dengan GrabFood.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cPerubahan paling terasa dari segi komersial. Pendapatan kami menjadi tambah tinggi. Jadi, ketika bergabung dengan GrabFood, omzet kami per harinya selalu naik. Dari GrabFood, omzet per hari saja sebanyak 50 &#8211; 60%. Sisanya penjualan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dine-in,\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ujar pria berusia 27 tahun tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ini artinya, transaksi 9.000 dari total 15.000 tusuk sate berasal dari hasil kerja sama dengan GrabFood.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa menu Sate DJ pun sontak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hits<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dalam aplikasi Grab, Salah satunya Sate Ayam Pedas Sedang. Menu tersebut diakui Munip sangat laku di GrabFood.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Keuntungan lainnya yang Munip rasakan, adalah banyak mitra pengemudi Grab yang terbuka dan menjalin komunikasi yang baik dengan para pegawai Sate DJ. Hal ini menunjukkan kesesuaian prinsip pelanggan adalah keluarga yang dijunjungnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cDengan kami bergabung dengan Grab, banyak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">driver-driver<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang jadi banyak di sekitar kami, kemudian mereka pun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">welcome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> terhadap kami. Selain itu, kami merasa diuntungkan pula dari sosialisasi mereka terhadap Sate DJ kepada pelanggan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Rumah makan yang buka sejak pukul 17.00 WIB hingga 01.30 WIB ini, lanjut Munip, selalu penuh dengan antrean mitra pengemudi Grab. Oleh karena itu, dia menambah 5 pegawai yang khusus melayani pesanan dari pelanggan GrabFood.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSebelum kami bergabung dengan GrabFood ini, pegawai kami hanya ada 7 orang. Setelah bergabung dengan GrabFood, pegawai kami yang di Sate DJ bertambah hingga 5 orang. Mereka khusus mengerjakan pesanan untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">order online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> GrabFood,\u201d ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Uniknya, 5 pegawai yang direkrut Sate DJ adalah lulusan pesantren dari lingkungan rumah Munip di Madura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cKarena orang tua saya berasal dari Madura, pekerja itu kami ambil dari Madura semua. Alasannya lebih gampang dari segi komunikasi dan pemahaman juga. Jadi, kami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ngambil<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dari daerah kami agar pelayanan dan komunikasi lebih optimal kepada pelanggan. Latar belakang mereka juga kebanyakan dari pesantren. 90 persen pegawainya kami orang-orang pesantren. Mereka yang lulus dari pesantren, yang di kampungnya menganggur, kalau misalnya itu masih saudara kami, itu kami ambil,\u201d katanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cDua hal itu, asli Madura dan lulusan pesantren, dipilih karena selain bekerja, sate DJ juga mengutamakan ibadah,\u201d tambah Munip.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di sisi lain, Munip mengakui, pengaruh aplikasi pesan-antar makanan seperti GrabFood, selain menguntungkan dirinya sebagai pengusaha, juga menguntungkan para pembeli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cBagus sekali dengan adanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">order online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> seperti ini. Selain sangat membantu bagi resto, juga sangat efisien bagi pelanggan yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">nggak <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sempat ke resto. Hal ini menjadi praktis bagi berbagai pihak,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Munip adalah satu dari\u00a0 5 juta wirausahawan mikro yang tergabung dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">platform<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Grab di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian Riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics di tahun 2018, mitra <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Today, food delivery has become<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang bergabung dengan GrabFood rata-rata melihat peningkatan penjualan sebesar 25% dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp11 juta\/bulan.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Sate, siapa yang tak tahu dengan makanan tradisional yang ada sejak abad ke-19 ini? Ya, sate memang merupakan salah satu kuliner lokal favorit orang yang selalu menggugah selera.\u00a0","protected":false},"author":643,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[23,347,391,326],"tags":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73159"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/643"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73159"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73159\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":73172,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73159\/revisions\/73172"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}