{"id":72702,"date":"2019-10-15T12:14:55","date_gmt":"2019-10-15T04:14:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.grab.com\/id\/?p=72702"},"modified":"2019-10-15T12:14:55","modified_gmt":"2019-10-15T04:14:55","slug":"terinspirasi-dari-bon-jovi-yang-pernah-jadi-office-boy-dikki-dobrak-stigma-dengan-kerja-keras","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/blog\/terinspirasi-dari-bon-jovi-yang-pernah-jadi-office-boy-dikki-dobrak-stigma-dengan-kerja-keras\/","title":{"rendered":"Terinspirasi dari Bon Jovi yang Pernah jadi Office Boy, Dikki Dobrak Stigma  dengan Kerja Keras"},"content":{"rendered":"<p><b>Bandung, Oktober 2019 <\/b><span style=\"font-weight: 400\">\u2013 <\/span><a href=\"http:\/\/statistik.data.kemdikbud.go.id\/index.php\/page\/sma\"><span style=\"font-weight: 400\">Dari jutaan siswa SMA di Indonesia,<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> mungkin cuma segelintir orang yang bertekad demi mewujudkan kuliah tanpa biaya dari orang tua. Salah satunya adalah Dikki Wahyu Afandi. Empat tahun lalu, Dikki berjanji kepada ibunya untuk bisa kuliah dan menanggung seluruh biayanya sendiri. Beberapa bulan lagi, tepatnya Desember tahun 2019, Ibu Dikki akan menyaksikan buah pembuktian anaknya. Ya, Dikki akhirnya akan wisuda, ia menepati janjinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dikki adalah seorang mahasiswa yang bekerja sambilan sebagai mitra pengemudi layanan roda dua GrabBike. Berbagai rintangan untuk menuntut ilmu dan mencapai cita-citanya ia jalani bermodalkan ikhlas dan kerja keras.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum menjadi mitra pengemudi GrabBike, Dikki sejak SMA belajar mandiri untuk menghidupi dirinya sendiri. Ia berjualan gorengan dan tidak malu akan hal itu. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, hasil keringatnya selalu ia berikan untuk ibu dan adiknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dikki, yang merupakan anak pertama dan menjadi yatim sejak kelas 1 SMP, sadar bahwa dirinya harus menjadi teladan bagi adiknya. Selain itu, dia juga harus menjadi tulang punggung keluarga untuk membantu perekonomian keluarga, ketika ibunya bekerja keras di bidang konveksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat memasuki dunia kampus, Dikki\u2014yang baru menyelesaikan studi di jurusan Sejarah Peradaban Islam dan tinggal menunggu diwisuda\u2014masih berjualan gorengan di sela-sela kuliahnya kala itu. Hal tersebut ia lakukan semata-mata agar terus bisa melanjutkan kuliah. Meski harus berjualan gorengan, Dikki tetap percaya diri melakoninya, karena ia berpikir selagi tidak merugikan kehidupan orang lain di sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat kuliah, Dikki bisa berjualan di kampus. Namun, ketika akhir pekan dan libur semester, ia kebingungan mencari penghasilan untuk biaya kuliah dan sehari-hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cAda saat-saatnya saya tidak jualan, saat kampus libur tiga bulan, saya bingung harus kerja dari mana. Biaya sehari-hari, biaya motor, segala <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">macem<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, harus dibayar dari mana?\u201d kata Dikki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Memasuki tahun 2018, di tengah himpitan ekonomi, Dikki tak sengaja \u2018berkenalan\u2019 dengan Grab. Kakak salah seorang teman baiknya yang memperkenalkan Dikki kepada Grab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cMasuk Grab tidak sengaja. Dulu di kampus saya jualan gorengan. Kemudian bertemu dengan kakak teman dekat yang jadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">driver<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Grab. Setelah beliau cerita, dari situ saya tahu Grab itu seperti apa, ojek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> itu seperti apa. Ternyata penghasilannya lumayan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Enakeun <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(sangat menguntungkan). Baguslah buat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ngisi-ngisi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> waktu luang,\u201d ujar pemuda asal Cicalengka ini dengan logat Sundanya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-72703 size-large\" src=\"https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/10\/15121245\/Dikki-Wahyu-Afandi-Mitra-GrabBike-Bandung-7-700x461.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"461\" srcset=\"https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/10\/15121245\/Dikki-Wahyu-Afandi-Mitra-GrabBike-Bandung-7-700x461.jpg 700w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/10\/15121245\/Dikki-Wahyu-Afandi-Mitra-GrabBike-Bandung-7-250x164.jpg 250w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/10\/15121245\/Dikki-Wahyu-Afandi-Mitra-GrabBike-Bandung-7-768x505.jpg 768w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/10\/15121245\/Dikki-Wahyu-Afandi-Mitra-GrabBike-Bandung-7-120x79.jpg 120w, https:\/\/assets.grab.com\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2019\/10\/15121245\/Dikki-Wahyu-Afandi-Mitra-GrabBike-Bandung-7.jpg 1880w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kuliah sembari bekerja sebagai mitra pengemudi GrabBike, diakui Dikki, ternyata perlu tenaga dan pikiran ekstra. Namun, Dikki selalu fokus pada tujuan utamanya. Ia selalu berusaha membagi waktu agar bekerja dan kuliah bukan sebuah pertentangan, tetapi sebagai jalan untuk menuju kesuksesan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah menjadi mitra pengemudi GrabBike, Dikki mengaku tidak pernah bolos kuliah. Ia selalu masuk kelas, sedangkan bekerja sebagai mitra pengemudi GrabBike selalu ia lakukan di luar jam kuliah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cFokusnya memang terbagi karena ada berbagai aktivitas, tapi saya tetap masuk kuliah, tetap mengerjakan tugas, tetap presentasi juga,\u201d ungkap anak pertama dari dua bersaudara itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, menjadi mitra pengemudi GrabBike membawa Dikki ke berbagai sisi kehidupan dan pengalaman. Berangkat Subuh dan pulang larut malam tak jarang ia lakukan. Meski menguras waktu dan tenaga, Dikki mengatakan, \u201cKetika kita ikhlas menjalaninya, semuanya menjadi menyenangkan, semuanya terasa ringan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tak jarang, sebagai mahasiswa, ia mendapat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">orderan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dari sesama mahasiswa dan dosennya. Namun, Dikki tidak gengsi sama sekali. Dirinya justru melawan stigma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cAh, saya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">nggak<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> gengsi. Dari kecil juga diajari bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mun gengsi na gede, rezekina moal gede. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(Jika banyak gengsi, rezekinya tak akan banyak)<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Saya juga terinspirasi dari Bon Jovi yang sebelum jadi musisi besar, dia harus jadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">office boy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Yang kedua, Freddy Mercury, dia harus jadi tukang angkat koper dulu sebelum jadi vokalis Queen, dan juga banyak contoh-contoh yang lain. Jadi, saya nggak malu, apalagi saya tidak melakukan pekerjaan yang salah,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pengorbanan yang dilakukan Dikki untuk meraih cita ternyata didukung teman-temannya. Tak jarang, teman-teman sesama mahasiswa memuji perjuangan Dikki yang mandiri sebagai mitra pengemudi Grab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cYang jelas, mereka (mahasiswa) tidak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ngetawain<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, justru mendukung dan memuji. \u2018Wah, subuh-subuh ke kampus, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">nyimpen<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> gorengan, dilanjutkan nge-Grab\u2019 kata teman-teman saya. Mereka nanya, \u2018Enggak capek?\u2019, \u2018Kalau dibawanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">happy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">kan nggak capek,\u201d ujar pria yang murah senyum ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, suatu waktu, dia pernah mendapat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">order<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dari dosennya yang juga Ketua Jurusan Sejarah Peradaban Islam. Hal ini menjadi salah satu pengalaman yang tak terlupakan baginya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSaya sedang mangkal. Tiba-tiba <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">kriing kriing. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Ada orderan dari Samsudin19**. Karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">enggak<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ada fotonya, saya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">chat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> beliau. Saya penasaran. \u2018Pak Sam, ini Pak Sam bukan\u2019?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cBetul, Kang,\u201d ujar Dikki sambil memegangi ponselnya, memeragakan kejadian saat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cIni Dikki, Pak. Mahasiwa bapak,\u201d tiru Dikki sambil tersenyum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cOh, Dikki, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hahaha<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Oh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">sok kadie kasep<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (Oh, ke sini, ganteng),\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dikki melanjutkan ceritanya, \u201cJadi, di jalan itu kami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ngobrolin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> kuliah, ditraktir es kelapa juga, sama dilebihin ongkosnya. Ternyata, oleh Pak Sam, saya dijadikan bahan kuliah juga. Kan beliau itu dosen kewirausahaan, beliau bilang ke mahasiswa, \u2018Contoh tuh kakak kelas kamu Dikki. Malam-malam masih berani <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">nge<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">-Grab, berani nganter bapak ke Lembang.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kisah itu hanya sedikit dari banyak pengalaman yang Dikki alami selama menjadi mitra pengemudi GrabBike. Semua kesusahan dan kelelahan dia hadapi dengan niat ibadah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di sisi lain, dengan menjadi mitra pengemudi GrabBike, Dikki berhasil menuntaskan studinya di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati dengan nilai memuaskan. Dia mengaku, waktu luangnya sebagai mahasiswa lebih berguna dan menghasilkan daripada sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain memenuhi biaya kuliah, hasil kerja kerasnya pun bisa ia gunakan untuk banyak hal, terutama untuk meringankan beban orang tua dan menyiapkan masa depannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cHasilnya lumayan. Saya bisa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">nyicil<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> motor, bisa bayar kuliah sendiri, kemudian sudah bisa beli jajan dan ongkos adik sekolah, buat biaya orang tua juga, udah bisa juga renovasi rumah, terus ditabung buat nikah,\u201d pungkas pemuda berusia 22 tahun itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di usianya yang masih muda, Dikki mendapatkan banyak hal berarti. \u201cKarena Grab juga, saya mengenal Kota Bandung. Semua rute jadi hafal<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Berkat Grab juga<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">saya punya teman-teman. Saya sangat berterima kasih kepada Grab, utamanya untuk pengalaman hidup.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ke depannya, Dikki pun bertekad untuk tetap melayani masyarakat sebagai mitra pengemudi GrabBike sembari mencari kesempatan melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dikki merupakan salah satu dari jutaan mitra pengemudi Grab meraih impiannya demi membahagiakan orang tersayang. Saat ini, Grab menyediakan layanan dengan jangkauan terluas di Asia Tenggara di 338 kota yang tersebar di 8 negara dengan lebih dari 152 juta unduhan aplikasi, termasuk Indonesia tempat Grab beroperasi di 224 kota dari Sabang hingga Merauke.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berdasarkan hasil penelitian Riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, Grab telah berkontribusi sebesar 48,9 triliun rupiah bagi perekonomian Indonesia di tahun 2018. Pada layanan GrabCar, rata-rata pendapatan mitra pengemudi tumbuh 114% dengan kisaran pendapatan Rp 7 juta per bulan. Selain transportasi, bisnis layanan pesan-antar makanan GrabFood juga berkembang pesat di Indonesia, beroperasi di 178 kota di Indonesia dengan volume pengiriman tumbuh hampir 10 kali lipat pada tahun 2018.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Kuliah sembari bekerja sebagai mitra pengemudi GrabBike, diakui Dikki, ternyata perlu tenaga dan pikiran ekstra. Namun, Dikki selalu fokus pada tujuan utamanya. Ia selalu berusaha membagi waktu agar bekerja dan kuliah bukan sebuah pertentangan, tetapi sebagai jalan untuk menuju kesuksesan.","protected":false},"author":643,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[23,91,280,347],"tags":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72702"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/643"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=72702"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72702\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72707,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72702\/revisions\/72707"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=72702"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=72702"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grab.com\/id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=72702"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}