Menu Driver Sign-Up

#CeritaNgeGrab – Gagal Ginjal bukan Berarti Gagal Hidup

Hari ini kita akan berbincang-bincang dengan salah satu rekan sesama Mitra, Bapak Aang Munawar. Pak Aang akan membagikan kisah hidup dan semangatnya yang begitu luar biasa kepada kita semua.

Pak Aang adalah penderita gagal ginjal yang sudah harus menjalani cuci darah (hemodialisa) rutin sebanyak 3 (tiga) kali seminggu. Namun, dibalik semua itu, Pak Aang tetap semangat, berjuang untuk keluarganya, karena menurutnya “gagal ginjal bukan berarti gagal hidup”.

Pak Aang saat sedang menjalani hemodialisa.

Kenapa Bapak memutuskan untuk terus bekerja?
Karena ada beberapa target Saya yang mengharuskan Saya tetap fight, tetap harus bekerja, seperti harus membayar cicilan mobil, harus tetap membiayai anak sekolah, jadi Saya harus tetap fight, nggak bisa istirahat. Saya lebih baik tetap fight dan menggunakan hemodialisa ini.

Apa motivasi Bapak untuk tetap bekerja?
Saya tidak akan pernah menyerah sama penyakit. Saya tidak akan pernah menyerah sedikitpun. Bagi Saya, gagal ginjal bukan berarti gagal hidup. Apalagi hanya sakit-sakit pinggang, pilek biasa, aduh… kalau hanya kayak gitu harus menyerah, nggak deh. Itu saja.

Pak Aang bersama puteri tercintanya, Ausie.

Bagaimana ceritanya Bapak bisa bergabung dengan Grab?
Dengan kondisi Saya yang seperti ini, awalnya Saya mencoba mencari pekerjaan lain, mulai dari melamar sebagai supir pribadi, coba melamar di toko material, tapi itu semua tidak ada yang bisa menerima. Alhamdulillah dengan adanya Grab yang fleksibel waktu kerjanya, selesai kerja juga bisa disesuaikan, semua bisa teratasi.

Kita mungkin menghadapi keterbatasan yang berbeda-beda, namun percayalah bahwa menyerah bukanlah pilihan untuk Kita. Pak Aang adalah salah satu contoh nyata yang menolak menyerah dengan keadaan dan memilih untuk tetap semangat berjuang di tengah sakitnya. Bagaimana dengan Anda?

Nantikan cerita Mitra Grab selanjutnya minggu depan!

#CeritaNgeGrab