Menu Driver Sign-Up

Halo Asia Tenggara! Kita semua #SamaTapiBeda

Indonesia, kalian semua adalah penikmat kuliner sejati!

Sebagai contoh, masyarakat lokal sangat menyukai bubble tea – minuman ini telah dipesan melalui GrabFood lebih dari 1,5 juta kali sepanjang tahun 2018. Tiap 5 pesanan bubble tea lewat GrabFood di seluruh Asia Tenggara, ada 1,5 pesanan dari ┬ápelanggan di Indonesia.

Selain GrabFood, banyak juga yang menggunakan layanan GrabExpress untuk memesan kuliner lokal, terutama ragam jenis pempek. Jenis barang yang paling banyak diantar melalui GrabExpress adalah pempek dari seorang penjual di Grogol, Jakarta – dengan lebih dari 35.000 pesanan!

Pelanggan yang menikmati sajian kuliner di atas hanya sebagian kecil dari banyaknya jumlah penduduk Asia Tenggara yang dapat kami layani tahun ini. Dari apa yang kami lihat, wilayah Asia Tenggara sangat berbeda, namun banyak juga persamaan dalam kebiasaan dan cara kita hidup.

Contohnya, kita semua menyukai bubble tea, dengan 5 juta pesanan bubble tea pada layanan GrabFood pada tahun 2018 ini. Yang kedua adalah kegemaran kita untuk berbelanja – ┬ádalam suatu waktu yang bersamaan, 1 dari 4 pelanggan di Asia Tenggara tengah dalam perjalanan dari atau menuju sebuah pusat perbelanjaan!

Di bawah ini merupakan beberapa bukti lainnya bahwa kita #SamaTapiBerbeda:

Data untuk tujuan yang baik

Menengok berbagai fakta menarik dari data-data ini sangat menyenangkan. Namun, hal terpenting dari penggunaan data tersebut adalah rangkaian perbaikan layanan serta dampak sosial luas yang dapat kami lakukan.

Salah satu manfaat paling jelas dari data-data ini adalah memperbaiki dan mengoptimalkan fungsi produk kami untuk melayani pelanggan lebih baik. Analis Grab akan mempelajari data, menemukan korelasi, membangun dan memperbaiki sistem, untuk memprediksi dan menghadirkan teknologi-teknologi yang lebih baik di setiap negara.

Kami juga menggunakan peranti lunak telematika milik kami untuk memonitor kecepatan dan pola mengemudi para mitra kami. Dengan mengumpulkan data GPS, giroskop dan akselerometer dari tiap perjalanan bersama Grab, kami mampu menyediakan laporan telematika mingguan bagi mitra pengemudi terkait dengan pola mengemudi mereka; termasuk kecepatan, akselerasi serta pengereman, yang memampukan mereka untuk dapat memberikan layanan yang lebih baik.

Kami juga telah melihat hasil yang baik dari inisiatif di atas. Data menunjukkan bahwa pada Juli 2017, jumlah rata-rata berkendara dengan kecepatan di atas rata-rata adalah 0,7 tiap 100km. Pada bulan Juli tahun 2018, angka ini telah turun 64%. Di sisi lain, jumlah rata-rata pengereman dan akselerasi mendadak setiap kilometernya turun 23% dan 50% secara berurutan di tahun 2018.

Selain menggunakan data untuk kemajuan internal, Grab juga berkolaborasi dengan berbagai kota dan pihak pemerintahan untuk menyelesaikan isu-isu lainnya termasuk kemacetan. Kami memberikan data lokasi mitra-pengemudi kami kepada platform OpenTraffic; sebuah kolaborasi dengan World Bank untuk memberikan akses informasi lalu lintas secara nyata kepada pemerintah Malaysia, Indonesia, dan Filipina.

Kami juga kini sedang menjajaki kemungkinan penggunaan data Grab untuk membantu pihak pemerintah secara langsung, termasuk perencanaan transportasi, menjembatani kesenjangan kebutuhan dalam bidang transportasi dan melihat bagaimana pertumbuhan jumlah mobil mempengaruhi sejumlah kota.