Kode Etik Mitra Pengemudi Grab

Kode Etik Mitra Pengemudi

(“Kode Etik”)

 

Grab Indonesia, sangat mengutamakan kepentingan keamanan, kenyamanan, serta akan bertindak tegas atas segala tindakan kekerasan seksual, dalam penggunaan Layanan (sebagaimana didefinisikan di dalam Perjanjian pada tautan https://www.grab.com/id/terms/driver/) oleh Mitra Pengemudi (“Mitra”).

Anda memahami bahwa dengan telah mendaftar sebagai Mitra dan terikat pada Perjanjian serta menggunakan Layanan dari Grab Indonesia, Anda memahami bahwa Anda juga wajib mematuhi dan telah terikat pada Kode Etik ini, dan amendemen serta tambahan apa pun di masa mendatang sebagaimana dimuat dari waktu ke waktu pada tautan https://www.grab.com/id/kodeetik/atau melalui Aplikasi (sebagaimana didefinisikan di dalam Perjanjian).

Anda dengan ini juga menyatakan bahwa Anda telah membaca, memahami, menerima dan menyetujui ketentuan dalam Kode Etik Mitra ini. Oleh karena itu Anda wajib tunduk pada ketentuan yang diatur dalam Kode Etik Mitra di bawah ini. 

1. KETENTUAN PELANGGARAN

Untuk mendukung praktik bisnis yang ber-etika dan mengedepankan Good Corporate Governance, Anda wajib bertindak dan berperilaku dengan baik dalam memberikan layanan kepada pelanggan dan jujur dalam menggunakan Layanan, serta dilarang melakukan tindakan-tindakan yang diatur di bawah ini. Segala pelanggaran tindakan-tindakan tersebut akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku di bawah ini:

  • KODE ETIK UMUM MITRA GRAB

1.2. KODE ETIK MITRA PENGEMUDI PENYEDIA LAYANAN GRABCAR 
1.2.1. PELANGGARAN RINGAN
 


 

1.2.2. PELANGGARAN BERAT


 
 

1.2.3. PELANGGARAN SANGAT BERAT

1.3. KODE ETIK MITRA PENGEMUDI PENYEDIA LAYANAN GRABEXPRESS

1.3.1. DENGAN MEDIA PENGANTARAN MOBIL


1.4
. KODE ETIK MITRA PENGEMUDI PENYEDIA LAYANAN GRABBIKE 

1.5. KODE ETIK MITRA PENGEMUDIPENYEDIA LAYANAN GRABEXPRESS

1.5.1 DENGAN MEDIA PENGANTARAN SEPEDA MOTOR

1.6. KODE ETIK MITRA PENGEMUDI PENYEDIA LAYANAN GRABFOOD

Seluruh penyedia layanan diberikan perlindungan yang setara atas keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan akunnya dalam menyelenggarakan layanan.

Seluruh Mitra memiliki transparansi yang jelas atas perlakuan Grab Indonesia terhadap praktek kecurangan yang melanggar Kode Etik dan aturan praktek kecurangan dalam Kode Etik ini.

Tidak ada toleransi bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memanipulasi sistem perlindungan yang Grab Indonesia terapkan bagi Mitra.

Bila Mitra mengulangi lagi pelanggaran yang memiliki sanksi berupa peringatan atau pembekuan akun sementara, pihak Grab berhak memberikan sanksi yang lebih berat lagi hingga sanksi berupa pemutusan hubungan kemitraan

Segala bentuk pelanggaran Kode Etik, Mitra akan mendapatkan kesempatan untuk mengajukan banding, jika dan hanya jika Mitra memiliki bukti yang kuat dan otentik yang bisa membuktikan ketidakbersalahan Mitra.

2. KETENTUAN KEKERASAN SEKSUAL

Grab Indonesia, sejak awal berdiri, telah berkomitmen penuh untuk menghormati penegakan hak asasi manusia (HAM) dan keadilan serta kesetaraan gender. Komitmen ini meliputi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (termasuk kekerasan seksual terhadap anak) dalam penggunaan Layanan aplikasi Grab Indonesia.

Grab Indonesia menerapkan kebijakan berupa ZERO TOLERANCE!!untuk SEGALA BENTUK KEKERASAN SEKSUAL, menolak cara pandang yang keliru dalam menyikapi kekerasan seksual, dan mendukung upaya penegakan hukum terhadap pelaku dan pemulihan terhadap korban. Grab Indonesia berupaya membangun kemitraan bersama dengan lembaga negara, Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga swadaya masyarakat, para ahli/pakar, dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual.

Pengertian kekerasan seksual dalam Kode Etik ini adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina, menyerang, dan/atau perbuatan lainnya terhadap tubuh, hasrat seksual seseorang, dan/atau fungsi reproduksi, secara paksa, bertentangan dengan kehendak seseorang, yang menyebabkan seseorang itu tidak mampu memberikan persetujuan dalam keadaan bebas, karena ketimpangan relasi kuasa dan/atau relasi gender dan/atau sebab lainnya, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan atau kesengsaraan secara fisik, psikis, seksual, kerugian secara ekonomi, sosial, budaya, dan/atau politik (“Kekerasan Seksual”).

Bentuk-bentuk Kekerasan Seksual adalah sebagai berikut:

Grab Indonesia memberi perhatian lebih dalam hal kekerasan seksual menimpa kelompok rentan, antara lain anak, penyandang disabilitas, perempuan hamil, lansia, masyarakat adat, dan korban kekerasan. Grab Indonesia mengadopsi definisi anak sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan Anak, yaitu seseorang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun.

Grab Indonesia memiliki kebijakan anti pembalasan (retaliation), yaitu tindakan pembalasan yang dilakukan atau direncanakan oleh seseorang yang dapat diduga melakukan kekerasan seksual, terhadap seseorang yang melaporkan atau mengadukan tindakan orang tersebut, atau seseorang yang menolong pelaporan atau pengaduan, atau seseorang yang berpartisipasi dalam pemeriksaan. Grab Indonesia tidak menolerir tindakan main hakim sendiri, termasuk namun tidak terbatas pada tindakan menakut-nakuti, mengancam, mengintimidasi, atau memaksa pelapor atau pengadu membuat pernyataan tertulis atau lisan terkait pencabutan laporan atau pengaduan.Grab Indonesia memberi perhatian lebih dalam hal kekerasan seksual menimpa kelompok rentan, antara lain anak, penyandang disabilitas, perempuan hamil, lansia, masyarakat adat, dan korban kekerasan. Grab Indonesia mengadopsi definisi anak sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan Anak, yaitu seseorang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun.

Grab Indonesia tidak menolerir adanya pelaporan atau pengaduan palsu dengan tujuan yang dapat diduga menjatuhkan reputasi Grab Indonesia.Segala pelanggaran terkait Kekerasan Seksual berserta bentuk-bentuknya sebagaimana diuraikan di atas, akan ditindak dengan sanksi yang tegas oleh Grab Indonesia, dan oleh karena itu atas pertimbangan yang wajar, dan sesuai pernyataan dan jaminan yang Anda nyatakan dalam Perjanjian, Anda sebagai Mitra mengerti dan paham bahwa GRAB INDONESIA BERHAK UNTUK MEMUTUSKAN HUBUNGAN KEMITRAAN ANDA SECARA SEPIHAK, dan berhak untuk mendampingi siapapun baik korban maupun pihak terkait lainnya untuk MEMPIDANAKAN DAN MEMPENJARAKAN ANDA SESUAI UNDANG-UNDANG YANG BERLAKU.

Oleh karena itu, DIHIMBAU AGAR ANDAuntuk selalu mematuhi ketentuan Kekerasan Seksual dalam Kode Etik ini, MENAHAN DIRI, BERFIKIRAN POSTIFdan BERTINDAK PROFESIONALdalam menjalankan kegiatan serta pemberian pelayanan kepada para penumpang dalam pengunaan layanan Grab Indonesia.

3. PERNYATAAN MITRA ATAS TINDAKAN

Dengan ini Anda menyatakan dan setuju bahwa:

1.Anda sepenuhnya memahami semua klausul yang disebutkan di atas;

2. Akun Anda akan dimatikan dan nilai saldo dalam akun Grab dikembalikan ke rekening bank pribadi Anda, apabila Anda telah menyatakan pengunduran diri sebagai Mitra, atau terbukti telah membiarkan akun Anda tidak beroperasi/aktif dalam jangka waktu lebih dari 3 bulan;

3. Dalam hal anda melakukan pelanggaran atas kode etik yang anda setujui dan memiliki sanksi pemutusan hubungan kemitraan serta tidak dikembalikannya saldo dompet elektronik Anda, Anda dengan ini melepaskan dan membebaskan serta tidak akan menuntut Grab atas sisa saldo dompet elektronik Anda yang hangus sebagai denda atas pelanggaran tersebut;

4. Anda akan semata-mata bertanggung jawab untuk setiap kewajiban dan segala pencemaran nama baik yang diakibatkan oleh tindakan Anda, pengoperasian kendaraan bermotor Anda atau kendaraan penumpang, dan/atau taksi atau layanan pengiriman penumpang, termasuk, namun tidak terbatas pada cedera individu, kematian, dan kerusakan properti;

5. Anda siap bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh Grab Indonesia jika Anda ditemukan melanggar klausul apapun dalam Kode Etik ini;

6. Anda bersedia, nilai saldo Anda dalam dompet pengemudi untuk diambil kembali oleh Grab Indonesia, apabila Anda terbukti melakukan penyalahgunaan dan tindakan pidana, maupun di blacklist / diputuskan hubungan kemitraan, dikarenakan melanggar Kode Etik ini;

7. Dalam hal terkait pelanggaran kekerasan seksual yang dilakukan oleh Anda:

a. Anda setuju bahwa, dalam hal laporan telah dicabut dan/atau ditutup, Grab berhak, atas diskresi mutlaknya, membuka
kembali investigasi terhadap laporan tersebut dan menjadikan laporan dan temuan-temuan yang ada, untuk melanjutkan
investigasi lebih lanjut apabila:

  • Laporan yang dicabut oleh pelapor tersebut dilakukan dengan alasan adanya intimidasi dan/atau ancaman dari terlapor, meskipun sudah ada pernyataan damai di antara pelapor dan terlapor;
  • Adanya dugaan upaya untuk mengakibatkan jatuhnya reputasi Grab yang dilakukan oleh terlapor dan/atau pelapor;

b. Anda bersedia bahwa apabila dan diperlukan untuk dilakukan konseling psikologis terhadap anda dan/atau pemulihan
psikologis terhadap korban pelecehan seksual, biaya terkait konseling dan/atau pemulihan tersebut akan ditanggung oleh
Anda, yang dapat dibayarkan/ditarik dari dompet pengemudi Anda.

8. Kode etik ini dapat diubah sewaktu-waktu secara sepihak oleh pihak Grab, sehingga Anda juga menyatakanakan secara teratur meninjau dan selalu tunduk pada “Syarat dan Ketentuan Layanan” dan “Kode Etik” ini sebagaimana disebutkan disini dan websiteresmi Grab Indonesia di https://www.grab.com/id/terms/driver/