Menu Driver Sign-Up

AYUB SIDABUTAR, SETAHUN SUDAH MENJADI MITRA TANPA SEKALIPUN TERKENA PERINGATAN

Musim penghujan di Kota Bandung mungkin memiliki arti tersendiri bagi Mitra Grab, sebab tak sedikit masyarakat yang menjatuhkan pilihan transportasinya kepada transportasi daring, yang tentu saja merupakan kesempatan yang baik bagi Mitra Grab, khususnya Grab Car untuk bekerja dan mencari rezeki. Tetapi hari itu, Selasa, 27 Februari 2018, Ayub Sidabutar memilih untuk menonaktifkan aplikasi pengemudinya, ia punya alasan, hari itu ia sudah berjanji untuk memenuhi undangan makan siang bersama dengan Grab dan Mitra pengemudi lainnya.

Menembus padatnya jalanan Kota Bandung di siang hari, Ayub tiba di salah satu kafe di sekitar Jl. Banda, “maaf terlambat, barusan mandi dulu, maklum semalaman ngetrip sampai pagi, haha” katanya dengan gayanya yang khas. Grab memang mengundang beberapa Mitra Grab Bike dan Grab Car dengan performa terbaik untuk ngobrol santai dan makan siang bersama, dan Ayub adalah salah satu dari Mitra terbaik Grab Car di Bandung.

Bercerita mengenai awal mula menjadi Mitra Grab Car, ia mengaku bahwa awalnya memutuskan bergabung dengan Grab karena ada teman yang mengajaknya pada saat ia mengalami kegagalan dalam usahanya, “Saat saya kebingungan, teman saya menceritakan tentang menjadi mitra Grab dan berbagai keuntungannya, lalu saya memutuskan untuk gabung dengan bermodal meminjam kendaraan teman saya waktu itu, dan syukur sekarang saya memiliki kendaraan sendiri” katanya.

Ayub saat menerima penghargaan Mitra Terbaik, Juni 2017

Bagi Ayub, mobil bukan semata-mata sarana untuk bekerja, tetapi juga merupakan rumah baginya untuk beristirahat di sela-sela perjalanannya mengantarkan penumpang, bahkan tidak pulang ke rumahnya dan menginap di mobil untuk kemudian bangun lalu kembali bekerja mengantarkan penumpang. Siang ataupun malam baginya adalah sama, ia harus senantiasa siap untuk melayani penumpang, kapanpun dan kemapanapun.

Kini setahun sudah Ayub bergabung dan bekerja bersama Grab, ia mengaku belum pernah mendapatkan peringatan ataupun sanksi pelanggaran. Ia mengaku bahwa meskipun seringkali jalanan macet ataupun ada ulah penumpang yang membuatnya kesal, ia tidak mau mengeluh, sebab ia percaya bahwa saat ia memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang, maka penumpang juga akan memberikan yang terbaik baginya.

“Bagi saya penumpang adalah sumber penghasilan saya, saat yang lain mungkin menggebu-gebu untuk mengejar bonus dan insentif, bagi saya ketika saya mencari penghasilan, maka bonus mengikuti”

Saat ditanya apakah pernah berbuat curang selama bekerja, ia mengaku bahwa dirinya tidak mau berbuat curang, sebab dengan bekerja secara jujur pun ia dapat memenuhi tuntutan serta kebutuhannya sehari-hari. Dengan bekerja jujur Ayub merasa lebih tenang dan aman

“Pada intinya saya bisa mempertahankan akun saya selama satu tahun sebab saya bekerja sesuai dengan ketentuan dan selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang, saya yakin bahwa bagaimana saya bekerja itu gimana saya, bukan gimana perusahaan, sebab saya yang bekerja maka saya lah yang menjadi pengusahanya”

Ayub bersyukur karena selama ini apa yang dilakukannya tidak sia-sia, sebab meskipun hanya mengantongi ijazah pendidikan sekolah menengah atas, kini ia dapat memiliki penghasilan yang luar biasa dan bisa memenuhi kehidupannya secara mandiri, sekaligus membahagiakan orang tuanya meskipun dimulai dari hal-hal kecil.

“Saya menghargai apa yang Grab berikan, apabila saya dulu belajar bagaimana menjadi orang yang jujur dan dipercaya orang lain, sekarang saya belajar jujur agar dipercaya oleh penumpang dan juga perusahaan yang sudah membantu saya mendapatkan penghasilan yang luar biasa”

Prinsip untuk memberikan yang terbaik kepada penumpang dan bekerja secara jujur adalah kunci utama Ayub untuk menjadi Mitra bintang lima dan mendapatkan penghasilan yang maksimal, kini giliran Anda untuk menjadi Mitra bintang lima dan biarkan kami membantu Anda untuk mewujudkan mimpi Anda.